Rupiah Tergerus Dolar, Kadin Balikpapan Minta Tekan Impor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

146
Ketua Kadin Balikpapan Yasser Arafat. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan menilai melemahnya nilai tukar rupiah membuat kondisi perdagangan dan ekonomi mengkhawatirkan. Sehingga diperlukan langkah konkrit untuk menguatkan kembali.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan pemerintah agar nilai tukar Rupiah terjaga dan stabilitas ekonomi Indonesia bisa terjamin. Pertama adalah mendorong meningkatkan ekspor produk dan menekan barang impor dari luar negeri.

“Beberapa langkah harus segera diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi perdagangan baik di sektor ekspor maupun impor,” papar Ketua Kadin Balikpapan, Yaser Arafat saat ditemui Kamis (6/9/2018).

Dalam impor menurutnya, diperlukan menekan impor dengan tujuan pemerintah memanfaatkan secara optimal sumber daya alam.

“Lainnya pemerintah juga melakukan Public Service Obligation (PSO) yang merupakan bantuan uang dari pemerintah terhadap margin antara harga pokok dengan harga jual atas Bahan Bakar Minyak (BBM),” terangnya.

Yaser menyebutkan, impor minyak untuk bahan bakar solar mencapai 1,4 juta barel per hari. Dengan mereduksi 20 persen maka bisa memangkas biaya sebesar 280 ribu barel per hari.

“Kompetisi harga pun menjadi turun yang tadinya Rp5.500 menjadi Rp5.150 untuk satu liter solar. Sebenarnya, itu pun bisa turun sebanyak 40 persen dan tingkat komersialnya menjadi Rp4.500 per hari,” jelasnya.

Yaser Arafat mengatakan apabila pemerintah mampu menekan impor minyak maka jebloknya perekenomian hingga di tingkat lokal juga tidak terlalu parah.

“Selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan suplai RDMP atau perluasan areal kilang pengolahan minyak cepat terealisasi. Sehingga di tingkat daerah tergerusnya rupiah tidak begitu dirasakan,” pungkasnya.

Dia menambahkan ketahanan bidang energi harus benar-benar terjaga agar stabilitas harga produk tidak bergejolak.

“Kalau harga jual BBM naik maka akan berdampak pada produk Lainnya,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.