Sail Moyo Tambora, Bangkitkan Pariwisata NTB

Editor: Satmoko Budi Santoso

155

SUMBAWA – Acara Sail Moyo Tambora (Samota), Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar Dinas Pariwisata bersama Pemda Sumbawa diharapkan bisa terus mendorong pariwisata terus bangkit terutama pasca-bencana gempa.

Harapan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di acara Samota, Pelabuhan Badas, Pulau Sumbawa, Minggu (9/9/2018).

“Keindahan alam NTB sudah tidak bisa diragukan lagi, terutama Pulau Moyo yang telah dikunjungi orang-orang ternama di dunia. Karena itulah festival Samota 2018 harus bisa semakin menggaungkan pariwisata NTB,” kata Luhut.

Luhut juga mengatakan keindahan alam NTB telah menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Selain itu, NTB juga menjadi daerah pelaksanaan event-event berskala nasional.

Karena itu, Luhut mengajak semua jajaran, mulai dari pusat dan daerah untuk bekerja keras membangun dunia pariwisata sebagai sumber devisa negara, khususnya di NTB yang baru dilanda musibah gempa.

Gubernur NTB, Zainul Majdi, mengatakan, pelaksanaan event Samota di Pulau Sumbawa sangat tepat untuk mempromosikan Bumi Intan Bulaing. Selain kaya akan mineral, daerah Sumbawa juga kaya dengan keindahan alam yang luar biasa.

Ia menjelaskan, Moyo dan Tambora merupakan destinasi wisata yang telah tersohor ke seluruh dunia dengan keindahan alamnya. Itulah sebabnya pulau Moyo telah banyak didatangi orang terkenal di dunia.

“Banyak sekali orang yang ingin mendapatkan keindahan maka dia datang ke Pulau Moyo,” jelasnya.

Majdi menegaskan, event sail Samota 2018 selain merupakan seremoni, juga merupakan momentum ikhtiar untuk membangun pariwisata yang lebih hebat lagi di Pulau Sumbawa, melengkapi potensi Pulau Lombok dengan potensi keindahan alam yang telah dikenal lebih dahulu.

Pulau Sumbawa sangat istimewa. Keindahan alam yang eksotik, kekayaan mineral, keindahan Teluk Saleh dan Samota menjadikan daerah ini istimewa.

“Karena itu Samota selain diharapakan mampu memberi kontribusi untuk kemajuan ekonomi, tapi juga untuk kemajuan seni budaya di dalamnya,” harapnya.

Ditambahkan, Sumbawa menjadi bukti, daerah yang semula sangat minim kontribusi ekonomi, dengan sentuhan infrastruktur yang tepat sekarang, telah menjadi sentra jagung terbesar di Indonesia. Dengan adanya pelabuhan Badas NTB, telah mampu mengekspor jagung dengan target 300 ribu ton pada tahun 2018,” jelas Majdi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.