Sakai Sambaiyan Gelar Panggung Peduli Lombok

Editor: Mahadeva WS

194

LAMPUNG – Kepedulian terhadap korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalir. Salah satunya dari komunitas dan masyarakat Lampung Selatan. Berbagai komunitas di Lampung Selatan yang diberi nama Sakai Sambaiyan, menggelar kegiatan bertajuk Panggung Peduli Gempa Lombok, Rabu (5/9/2018) malam.

Malam amal Sakai Sambaiyan Peduli Gempa Lombok digelar di dermaga Bom Kalianda. Kegiatan malam amal Sakai Sambaiyan berangkat dari falsafah hidup warga Lampung, yang masih menjunjung tinggi sikap gotong royong dan saling menolong.

Yodistira Nugraha, penggagas kegiatan Sakai Sambaiyan Peduli Lombok mengatakan, ada berbagai acara penggalangan bantuan untuk Lombok. Diantaranya, penggalangan donasi oleh komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lamsel dan komunitas lain dengan mengumpulkan bahan makanan mie instan.

Dari Sakai Sambaiyan, diharapkan  banyak pihak di Lampung Selatan, bisa membantu, dalam bentuk bahan makanan atau uang tunai. “Kegiatan ini memang hasil kerjasama berbagai komunitas di Lampung Selatan, yang sepakat menyelenggarakan penggalangan dana dengan konsep pagelaran seni, mengambil tempat di dermaga Bom,” jelas Yodistira Nugraha.

Sebelumnya, donasi yang sudah berhasil dikumpulkan dari berbagai sekolah SD dan SMP adalah, mie instan. Jumlah bantuan yang terkumpul ada 300 dus. Selain bahan makanan, ada bantuan berupa uang tunai, pakaian, obat-obatan,sepatu dan bantuan lainnya.

Pada malam amal Sakai Sambaiyan Panggung Peduli Gempa Lombok di dermaga Bom Kalianda, ada beberapa komunitas seni yang terlibat mengisi panggung. Diantaranya Ice The Guns, Angklung Langan Setyo Manunggal, Traditional Dance (Muli Bukipas).

Disela-sela penampilan berbagai kesenian tersebut, sejumlah petugas akan berkeliling mengumpulkan donasi berupa uang tunai. “Sesuai undangan harapan pada panggung peduli gempa Lombok ada sejumlah pejabat dari Lampung Selatan bisa ikut berdonasi,berapapun nilainya akan sangat membantu saudara kita di Lombok,” tambah Yodistira Nugraha.

Marto Sudiro, pimpinan komunitas musik Angklung Langan Setyo Manunggal dari Desa Tanjungsari kecamatan Palas menyebut, baru pertama kali tampil pada acara tersebut. Membawa 10 personil, kelompok tersebut menampilkan kesenian musik angklung dan gamelan campursari. Sebagai salah satu kesenian tradisional ia menyebut kerap diundang dalam berbagai kegiatan dan berkeliling dari satu kecamatan bahkan kabupaten untuk bermusik.

“Biasanya kami menghibur masyarakat dalam beberapa pertunjukan dan mendapatkan uang, namun pada malam ini kami ingin ikut menampilkan kesenian untuk penggalangan dana membantu korban bencana,” beber Marto Sudiro.

Melalui kegiatan panggung peduli gempa Lombok, diharapkan warga Kalianda tergugah untuk berdonasi. Sebagai satu grup kesenian, pihaknya menyisihkan hasil dari mengamen untuk membantu korban bencana gempa Lombok.

Lihat juga...