Sampah di Pesisir Pantai Wairterang Terus Menumpuk

Editor: Satmoko Budi Santoso

114

MAUMERE – Sampah yang bertebaran di sepanjang pesisir Pantai Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, kian mengkhawatirkan. Jumlahnya terus bertambah dan memberi kesan buruk. Sebab di lokasi sepanjang pantai berdiri banyak home stay yang jadi langganan wisatawan asing.

“Sudah beberapa kali kami melakukan pembersihan sampah di sepanjang Pantai Wairterang namun sampah terus saja menumpuk. Apalagi sampah plastik bekas air mineral,” sebut Direktur Bank Sampah Flores, Wenefrida Efodia Susilowati, Minggu (9/9/2018).

Dikatakan Susi, sapaannya, meski di pantai wisata Wairterang sudah ada petugas, warga sekitar yang menjaga dan selalu membersihkan, namun sampah-sampah tersebut bukannya bersih. Namun tetap ada. Meskipun sampah dikumpulkan dan juga dibakar di lokasi tersebut.

Direktur Bank Sampah Flores Wenefrida Efodia Susilowati saat aksi membersihkan sampah di pesisir pantai wisata Wairterang kecamatan Waigete kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

“Sebaiknya sampah tersebut dikumpulkan dan dibawa ke Maumere untuk dijual. Terutama sampah plastik. Atau dibuang ke tempat pembuangan sampah yang jauh dari pesisir pantai agar tidak mencemari laut,” pesannya.

Menurut Susi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka perlu melibatkan kelompok masyarakat sadar wisata yang sudah terbentuk di Desa Wairterang dengan memberikan pelatihan dan fasilitas membersihkan serta menjaga pesisir pantai dari ancaman sampah.

“Kawasan Teluk Maumere menjadi favorit bagi wisatawan untuk menyelam dan menjadi salah satu lokasi menyelam terbaik di Indonesia. Tetapi apabila tidak ada niat menanggulangi sampah di perairan dan pesisir pantai di sepanjang Teluk Maumere, maka bisa menjadi ancaman bagi destinasi wisata ini,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kristofous Sani, salah seorang pengunjung pantai wisata Wairterang yang mengakui perlu ada penataan di lokasi wisata. Supaya bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Termasuk membangun MCK dan dilengkapi dengan air.

“Memang di lokasi ini ada kamar mandi dan WC, namun tidak bisa dipergunakan karena air bersih tidak tersedia. Pembangunannya seperti hanya membuang uang saja dan asal dibangun,” sesalnya.

Kristo menyebutkan, pemerintah Kabupaten Sikka perlu lebih fokus bekerja menata destinasi wisata termasuk membenahi berbagai fasilitas pendukung. Misalnya menyediakan sarana tempat sampah dan menyediakan petugas yang selalu membersihkan lokasi wisata.

“Kalau dikelola dengan baik tentu akan mendatangkan pendapatan bagi daerah. Sayang kalau destinasi wisata yang ramai dikunjungi hanya dibiarkan terbengkelai. Masyarakat sekitar justru mengelola secara mandiri, tanpa dibekali pengetahuan soal pariwisata,” ungkapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.