Satgas Rabies Berburu HPR di Pasuruan

Editor: Mahadeva WS

206

LAMPUNG – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan rabies Lampung Selatan, menyisir sejumlah rumah warga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan untuk mencari Hewan Penular Rabies (HPR).

Muhammad Nur, salah satu petugas menyebut, Lampung mencanangkan, September ini menjadi bulan bakti rabies. Pencanangan tersebut dilakukan, guna pengendalian dan penanggulangan penyakit rabies melalui vaksinasi massal HPR.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di sejumlah kecamatan sesuai jadwal. Khusus di wilayah Unit Pelaksana Tekhnis Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, ada 49 desa yang menjadi sasaran pemberian vaksin secara gratis. Sebanyak 200 dosis VAR disiapkan, bersama petugas untuk HPR yang dimiliki warga.

“Sasaran pelaksanaan pemberian vaksin anti rabies terutama pada HPR milik warga seperti anjing, kucing, kera yang masih dipelihara warga,” ungkap Muhammad Nur, saat ditemui Cendana News, Rabu (12/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut, tim satgas juga membagikan brosur berisi informasi bahaya penyakit rabies. Penyakit tersebut, merupakan salah satu penyakit menular akut, yang menyerang susunan saraf pusat, yang disebabkan oleh virus lyssa dari family rhabdo viride. Inveksi bisa mengakibatkan kematian.

Penyakitnya dapat menyerang semua hewan berdarah panas seperti manusia. Pelaksanaan vaksinasi rabies di wilayah Penengahan diberikan di Desa Pasuruan, Kelaten, Kuripan, Gandri dan desa yang memiliki populasi HPR tinggi. Sosialisasi dan vaksinasi dilakukan satgas yang telah berkoordinasi dengan aparat desa.

Warga telah mendapatkan pengumuman dan informasi mengenai kegiatan tersebut. Namun dalam praktiknya, banyak HPR yang dibiarkan hidup liar seperti kucing dan anjing. Kondisi tersebut membuat pemilik tidak mudah membawa HPR ke lokasi vaksinasi, sehingga petugas melakukan penyisiran. “Penyisiran ke rumah warga sekaligus melakukan pendataan pemilik HPR berikut nama pemilik meski saat penyisiran sedang tidak ada di rumah,” tambahnya.

Sejumlah HPR milik warga di Desa Pasuruan sebagian sudah diberi VAR oleh petugas, dan didampingi pemilik hewan. Sebagian hewan penular rabies di daerah tersebut terlihat sudah dalam kondisi jinak. Dan sebagian pernah mendapat vaksin pada pelaksanaan tahun lalu.

Strategi pengendalian rabies di Lamsel selama ini dilakukan dengan melakukan vaksinasi massal rabies, penyisiran, eliminasi selektif dan pengawasan lalu lintas hewan penular rabies. Diimbau, masyarakat yang tergigit anjing, untuk segera melapor, agar bisa diberi vaksin anti rabies. Adanya sosialisasi juga sekaligus memberi pemahaman ciri hewan diduga kena rabies melalui brosur yang dibagikan.

Karyono, salah satu pemilik anjing menyambut antusias pelaksanaan pemberian vaksin anti rabies bagi dua ekor anjing miliknya. Pemberian VAR secara gratis dinilai cukup membantu. Terlebih petugas melakukan sistem jemput bola, mendatangi pemilik HPR di desa.  “Anjing yang saya miliki tidak pernah keluar dari pekarangan, hanya digunakan untuk penjaga rumah,” terang Karyono.

Meski sudah diberi vaksin rabies, Karyono memastikan tidak akan membiarkan anjingnya berkeliaran. Karyono menjadikan anjing miliknya sebagai hewan penjaga rumah, pembantu berburu dan penjaga hewan ternak jenis sapi, kerbau, kambing yang dimiliki oleh warga yang berprofesi sebagai petani tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...