Satwa Hasil Penertiban Dilepasliarkan di Taman Nasional Way Kambas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

162

LAMPUNG — Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melepasliarkan sejumlah satwa yang berhasil diamankan dalam penertiban di Bakauheni.  Kura kura Ambon, kukang Sumatera dan ular sanca batik dilepaskan di Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur.

“Pelepasliaran dilakukan untuk menjaga kelestarian satwa yang hendak diperjualbelikan dan hasil penyerahan dari masyarakat,” sebut Kepala Pos Pengawasan Lalulintas Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Bakauheni, Mukhlas saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (4/9/2018).

Diterangkan, jenis satwa yang dilepasliarkan di antaranya empat ekor kukang Sumatera (Nycticebus coucang ), dua ekor ular sanca batik (Python reticulatus) dan sebanyak 41 ekor kura kura ambon (Cuora amboinensis) dan kura bergerigi (Cyclemis dentata).

“Kukang Sumatera dan ular sanca batik merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang telah mengetahui aturan terkait pemeliharaan satwa dilindungi,” tambahnya.

Jenis kura kura Ambon yang dilepasliarkan merupakan hasil pengamanan petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Karantina Ikan. Sesuai dengan data yang diamankan di antaranya kura kura jenis Ambon (Cuora amboinensis) sebanyak 31 ekor dan kura kura bergerigi (Cyclemis dentata) 24 ekor.

“Pengamanan kura kura oleh KSKP Bakauheni dan dikoordinasikan dengan Karantina Ikan selanjutnya diserahkan ke Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu untuk kita lakukan penanganan lanjutan sebelum dilepasliarkan,” terang Mukhlas.

 

Mukhlas, Kepala Pos Pengawasan Lalulintas Tumbuhan dan Satwa Liar Bakauheni SKW III Lampung BKSDA Bengkulu [Foto: Ist/Henk Widi]
Dampak perlalulintasan menggunakan kendaraan ekspedisi membuat sejumlah satwa kerap mati dalam pengiriman. Mukhlas menyebut dari total 55 ekor kura kura Ambon dan kura kura bergerigi hanya bisa dilepasliarkan sebanyak 41 ekor, sementara sisanya mati.

“Pengiriman menggunakan media pembawa berupa kardus, karung, keranjang membuat satwa mengalami stres dan kematian tanpa asupan makanan selama pengiriman,” tambahnya.

Sebelum dilepasliarkan di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas, jenis satwa kukang Sumatera dan ular sanca batik mendapat perawatan dan proses karantina.

Pemilihan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur diakuinya untuk menjaga kekayaan ekosistem di wilayah yang dikenal sebagai pusat konservasi Gajah Sumatera dan Badak tersebut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.