SDM Perhubungan Kurang, Kemenhub Genjot Lulusan Sekolah Transportasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Guna menyongsong ketersediaan SDM yang berkualitas di tahun depan, Kemenhub menyediakan berbagai terobosan baru terutama untuk para taruna yang belajar di sekolah transportasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) optimis, tahun depan akan mampu memenuhi kebutuhan lulusan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi bidang transportasi.

Terutama untuk kurikulum bahasa inggris, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, perlu peningkatan penguasaan bahasa inggris bagi para taruna Sekolah Transportasi.

“Peningkatan penguasaan kemampuan berbahasa inggris bagi para taruna sangat dibutuhkan bagi para lulusannya sehingga mampu bersaing di dunia internasional,” jelas Menhub kepada awak media usai prosesi pelantikan 2.472 Taruna Sekolah Transportasi Kemenhub di Silang Monas, Kamis (20/9/2018), sore.

Budi Karya pun menyinggung soal masih kurangnya ketersediaan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya untuk ASN di Perhubungan Darat.

“Kebutuhan Aparatur Sipil Negara khususnya untuk perhubungan darat tiap tahun masih kurang, kita baru mampu menyediakan sekitar 2400 ASN,” terangnya.

Padahal, menurut Budi Karya, jumlah SDM di perhubungan darat bisa mencapai 3 kali lipat dari kebutuhan yang seharusnya tersedia.

Sektor Perhubungan Laut pun masih banyak kekurangan SDM. “Lulusan taruna kelautan cukup membanggakan. Untuk kelas tiga saja sudah banyak yang diminta terutama Perusahaan Pelayaran Nasional, sehingga perlu dilakukan peningkatan jumlah lulusan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPSDMP Kemenhub, Umiyatun Hayati Triastuti mengakui, jika kebutuhan SDM di Kemenhub memang banyak dibutuhkan mengingat pembangunan infrastruktur saat ini gencar dilakukan, pembangunan jalan tol, terminal, bandara, stasiun, LRT, MRT, diperlukan SDM baik dalam pengelolaan prasarana maupun pengelolaan sarana.

Umiyatun Hayati mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk memenuhi target kebutuhan lulusan tersebut.

“Kita akan melaksanakan point penting, paling tidak kita akan melakukan beberapa langkah termasuk menyiasati fasilitas yang ada dan juga kebutuhan kependidikan,” pungkas Hayati.

Lihat juga...