SDN 1 Kelaten Rutin Cek Kesehatan Jajanan di Kantin

Editor: Koko Triarko

1.484
LAMPUNG – SDN 1 Kelaten, Penengahan, Lampung Selatan, rutin melakukan penyuluhan kepada siswa dan pemilik kantin, guna menjamin kesehatan aneka jajanan yang dijual.
Untuk itu, Rubiem, guru bidang studi Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan Jasmani SDN 1 Kelaten, menyebut, pihaknya telah bekerja sama dengan bagian pelaksana program promosi kesehatan Puskesmas rawat inap Penengahan.
Secara khusus, bagi pengelola kantin sekolah, diimbau untuk menyediakan jajanan sehat. Di antaranya harus dibuat tidak menggunakan zat berbahaya, menutup makanan olahan, agar tidak dihinggapi lalat, membuat makanan yang aman dikonsumsi anak-anak.
Sunarti, salah satu pengelola kantin menyediakan berbagai jajanan menggunakan bahan yang sehat [Foto: Henk Widi]
Penyediaan wadah khusus, agar selalu tertutup dan terhindar dari debu juga selalu ditekankan kepada pemilik kantin.
“Saat musim kemarau dengan potensi debu kerap beterbangan di sekolah, diantisipasi pengelola kantin dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, agar siswa yang membeli makanan terhindar dari penyakit,” terang Rubiem, saat ditemui Cendana News, Jumat (7/9/2018).
Menurut Rubiem, penyediaan jajanan sehat dan bergizi di sekolah juga dilengkapi dengan fasilitas pengambilan makanan di kantin. Pengelola kantin diwajibkan menyediakan penjepit khusus, agar saat siswa tidak mengambil makanan langsung dengan tangan. Keberadaan kotak sampah di dekat kantin menjadi hal wajib yang harus disediakan, di samping keberadaan kotak sampah di area sekolah.
Rubiem juga mengimbau siswa untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, untuk mengurangi jajan di sekolah. Membawa bekal bagi siswa, bahkan sebagian diwajibkan pada hari tertentu secara terjadwal, agar siswa terbiasa membawa makanan dari rumah.
“Upaya tersebut dilakukan, agar siswa sejak dini dengan dukungan dari orang tua menyediakan makanan sehat dengan membawa bekal,” beber Rubiem.
Rubiem juga menyebut, kerja sama dengan Puskesmas juga dilakukan dengan penyuluhan bagi siswa kelas 1 hingga 6. Penyuluhan yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas diisi dengan kegiatan pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan kesehatan kuku, hidung, mulut dan gigi termasuk praktik cuci tangan dan sikat gigi. Penyuluhan melibatkan Puskesmas dilakukan, agar anak menyadari pentingnya menjaga kesehatan.
“Siswa yang terpaksa harus jajan di sekolah, tetap memilih jajanan sehat dengan adanya kantin sehat yang disediakan di sekolah,” beber Rubiem.
Sunarti, salah satu pengelola kantin di SDN 1 Kelaten, mengaku selalu menjual makanan sehat, bahkan sebagian merupakan makanan tradisional, berupa empek-empek, tahu isi, bakwan hingga pisang goreng.
Sejumlah makanan yang disediakan di sekolah untuk siswa, dijual dalam kondisi tertutup. Jenis minuman berupa es dibuat dengan menggunakan air matang, agar siswa tidak terkena batuk serta flu seusai meminum es.
“Selain rutin mendapat pemeriksaan dari pihak sekolah dan guru, sebagai orang tua yang memiliki anak di sekolah ini, saya selalu menyediakan jajanan sehat,” beber Sunarti.
Sunarti juga menyebut, pemeriksaan dadakan kerap dilakukan oleh pihak sekolah dan Puskesmas. Pemeriksaan jajanan di kantin tersebut, katanya, dilakukan setelah ditemukan adanya 21 siswa di SDN 3 Bangunan, Kecamatan Palas, yang mengalami mual dan muntah setelah membeli jajanan mi instan pada Sabtu (1/9), lalu.
Jajanan mi instan yang dijual oleh pedagang keliling tersebut, kini sedang dalam tahap pemeriksaan laboratorium, apakah berasal dari mi atau saus yang disertakan dalam jajanan.
Baca Juga
Lihat juga...