Sejumlah Sastrawan Terima Hadiah Sastra Rancage di TIM

Editor: Makmun Hidayat

361

JAKARTA — Sejumlah sastrawan dari berbagai daerah menerima Hadiah Sastra Rancage di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Sebuah penghargaan untuk karya sastra yang ditulis dalam bahasa ibu.

Ketujuh sastarawan yang menerima Hadiah Sastra Rancage, yaitu Nazarudin Azhar dengan karya “Ming” kategori Sastra Sunda, Suharmono “Kakang Kawah Adi Ari-ari” (Sastra Jawa), Nirguna “Bulan Sisi Kauh” (Sastra Bali), Muhammad Harya Ramdhoni “Semilau, Sang Rumpun Sajak” (Sastra Lampung), dan Panusunan Simanjuntak “Bangso na Jugul Do Hami” (Sastra Batak), Hatmiati “Pilanggur” (Sastra Banjar) dan Tetti Hodijah “Ulin di Monumen” menerima penghargaan Samsudi yaitu penghargaan untuk bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda.

“Tahun ini Hadiah Sastra Rancage diberikan kepada tujuh sastrawan yang menggunakan bahasa daerah dalam karya, yaitu Sunda, Jawa, Bali, Lampung, Batak dan Banjar,” kata Dadan Sutisna, Wakil sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancage, di Teater Kecil, TIM, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Dadan Sutisna, Wakil Sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancage – Foto Akhmad Sekhu

Dadan membeberkan, bahwa tahun ini ada sekitar 50 karya sastra daerah yang masuk telah melewati beberapa seleksi.

“Karya sastra dari masing-masing daerah dinilai oleh orang yang ahli dan berasal dari daerah tersebut, yakni berupa prosa atau puisi,” bebernya.

Menurut Dadan, beberapa hal yang menjadi penilaian antara lain kemampuan bahasa, apakah penulis menguasai bahasa daerah dengan baik.

“Kemudian, penilaian kesusastraan secara umum untuk dinilai, maka setiap daerah minimal harus mempunyai tiga karya sastra berbahasa ibu,“ ungkapnya.

Harapan Dadan ke depan terharap Hadiah Sastra Rancage akan ada lebih banyak daerah yang ikut berpartisipasi mengirimkan karya sastra berbahasa ibu.

“Hadiah Sastra Rancage tahun ini telah memasuki usianya ke-30 tahun, selama kurun waktu tersebut sudah ada 100 orang sastrawan berbahasa ibu yang diberikan penghargaan,” tandasnya.

Adapun, Ajip Rosidi, Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, mengaku terharu karerna yang datang lebih banyak daripada tamu yang diundang. “Jadi panitia kerepotan dalam menyediakan makanannya,” ujarnya.

Ajip mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang selama ini sudah memperhatikan Hadiah Sastra Rancage yang digagasnya.

“Alhamdulillah yang saya lakukan mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat, bahkan ada orang yang diam-diam menyumbang dana untuk acara Hadiah Sastra Rancage,” pungkasnya tetap semangat dan sumringah.

Baca Juga
Lihat juga...