Sekolah Aman Bencana, BPBD Jembrana Sosialisasi ke Sejumlah SMP

Editor: Satmoko Budi Santoso

155

JEMBRANA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar Sosialisasi Program Sekolah Aman Bencana. Program ini pertama kali dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa untuk tahu dan paham terhadap mitigasi bencana.

“Ya tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan pendidikan secara dini kepada anak-anak tentang mitigasi bencana. Dalam hal ini fokus kami sementara hanya dalam pemberian materi secara teori di dalam ruangan,” ucap Kepala BPBD Jembrana, Ketut Eko Susila Artha Permana, saat ditemui di sela-sela acara sosialisasi, Kamis (20/9/2018).

Sasaran program tersebut adalah pelajar dari kalangan SMP di seluruh Kabupaten Jembrana dengan total target sebanyak 10 sekolah. Dalam hal ini, selain dari BPBD sendiri, juga melibatkan instansi lain seperti TNI dan Polri serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB).

Kepala BPBD Jembrana, Ketut Eko Susila Artha Permana.-Foto: Sultan Anshori.

“Materi yang diberikan saat sosialisasi kepada siswa dari BPBD Jembrana sendiri adalah terkait dengan pengamanan dan perlindungan diri terhadap bahaya gempa bumi dan tsunami. Sementara materi yang diberikan dari PPKB terkait dengan materi kabupaten layak anak. Untuk polisi cenderung lebih Kamtibmas serta Lalu Lintas,” jelas Eko.

Eko menambahkan, dalam sosialisasi ini pihaknya sebatas hanya memberikan materi di dalam ruangan. Ke depan, pihaknya akan melakukan follow up dengan cara memberikan pelatihan praktik melalui simulasi pelatihan tanggap bencana.

Kata Eko, alasan kenapa memilih siswa SMP sebagai sosialisasi program Sekolah Aman Bencana karena siswa SMP merupakan usia terbilang produktif.

“Biasanya kalau di tingkat pelajar SMP mereka cenderung lebih mengerti dan siap mental jika terjadi bencana. Berbeda dengan pelajar SMP yang cenderung gagap jika terjadi sesuatu terutama saat bencana,” tegas bapak dengan dua anak ini.

Kegiatan sosialisasi Program Sekolah Aman Bencana ini direspon positif oleh kalangan dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana. Terutama sekolah SMP yang menjadi target sasaran sosialisasi tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala SMP 1 Negara, Made Riantori, misalnya. Pihaknya sangat mendukung kegiatan ini digelar di sekolahnya. Bahkan ia meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jembrana untuk melakukan kerja sama yang bersifat kesinambungan agar pendidikan dini tentang kebencanaan semakin dimengerti oleh para siswa.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali mengingat bagian dari pendidikan pencegahan dini jika terjadi bencana,” kata Made Riantori.

Menurutnya, semua sekolah di Jembrana rata-rata memiliki gedung berlantai. Dalam sosialisasi ini, pihaknya juga memberikan pelatihan terkait pentingnya rambu-rambu kebencanaan serta jalur evakuasi maupun titik kumpul saat ada bencana.

“Saya harap ini bisa menjadi kegiatan yang terus dilakukan terutama kepada murid-murid,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditargetkan akan rampung menyasar ke 10 sekolah hingga Kamis (27/9/2018) mendatang.

Baca Juga
Lihat juga...