Sekolah Baru Belum Terwujud, Balikpapan Maksimalkan Penambahan Rombel

197
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Permintaan masyarakat dan DPRD Kota Balikpapan untuk pembangunan sekolah baru nampaknya tahun ini tidak akan terealisasi. Hal itu karena banyak sekolah yang sudah terbangun masih kekurangan sarana dan prasarana sekolah, sehingga pemerintah mengoptimalkan sekolah yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin menerangkan dalam membangun sekolah baru begitu banyak yang harus dilakukan di antaranya penyediaan lahan dan penyediaan sekolah termasuk sarana maupun prasarananya.

“Memang masyarakat menuntut penambahan sekolah baru, karena ingin semua siswa dapat tertampung. Namun persoalan itu tak begitu saja selesai dengan cepat,” ucapnya Kamis (6/9/2018).

Berbagai kendala ditemui, lanjut Muhaimin, penyediaan lahan dan membangun gedung, sarana dan prasarana sekolah juga harus dilengkapi seperti meja dan kursi dalam kelas, ruang perpustakaan termasuk ruang laboratorium.

“Bukan hanya itu yang harus disiapkan, tapi juga guru pengajar. Makanya kita maksimalkan sekolah yang Ada,” tegas Muhaimin.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya memaksimalkan sekolah yang ada dengan penambahan ruang belajar baru.

“Penambahan rombel baru itu misalnya gedung sekolah SD hanya satu lantai kemudian di tingkat menjadi dua lantai untuk menampung siswa. Untuk memenuhi jumlah siswa itu, dilakukan bertahap hingga tahun 2019,” tandasnya.

Muhaimin menargetkan dengan penambahan rombel minimal 75 persen siswa tertampung di sekolah negeri, sedangkan 25 persen sisanya ditampung sekolah swasta.

“Tidak boleh semua di sekolah negeri karena penyelenggara pendidikan bukan hanya pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...