Sempat Mundur, Daerah Seribu Rumah Gadang Pastikan Ikut TdS 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

208

PADANG — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang sebelumnya menyatakan tidak ikut dalam iven balap sepeda Internasional Tour de Singkarak (TdS) 2018, akhirnya berubah pikiran.

Bupati Solok Selatan, Musni Zakaria mengatakan alasan utama daerahnya tidak bisa ikut TdS 2018, karena kondisi anggaran di pemerintahannya tengah mengalami defisit. Namun setelah dilakukannya rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, ujung-ujungnya menemukan solusi.

Musni menjelaskan, hal yang membuat Pemkab Solok Selatan memutuskan untuk tetap ikut karena ada beberapa anggaran yang tidak produktif di sejumlah OPD, yang dialihkan ke TdS ini.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Oni Yulfian/Foto: M. Noli Hendra

“Anggaran kita memang minim. Tapi, setelah dibicarakan lagi bersama sejumlah OPD, kita menemukan solusi yakni mengalih anggaran dari kegiatan yang tidak produktif untuk menyukseskan TdS 2018,” tegasnya, Jumat (7/9/2018).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Oni Yulfian mengatakan, iven TdS 2018 akan mulai diselenggarakan pada 3 hingga 11 November mendatang.

Untuk grand start TdS dimulai dari Kota Bukittinggi dan melibatkan sebanyak 16 kabupaten dan kota. Sementara tiga kabupaten lainnya tidak ikut serta dalam pelaksanaan TdS tahun ini dengan alasan ada kegiatan yang bentrok.

Ia menyebutkan untuk panjang rute TdS 2018 ini lebih dari 1.100 kilometer dengan delapan etape. Dimulai dari Kota Bukittinggi dan berakhir di Kota Pariaman.

“Untuk rute sudah disurvei oleh tim konsultan. Jadi secara etape kita berkurang dari tahun sebelumnya dan begitupun daerah yang ikut andil dalam TdS juga berkurang,” katanya.

Ia menjelaskan untuk Kabupaten Mentawai memang tidak ikut dari awal, karena kondisi geografis Mentawai yang tidak memungkinkan, serta kondisi jalan di daerah tersebut yang belum pas untuk dilakukan jalur etape.

Sedangkan Kabupaten Padangpariaman tidak ikut TdS, karena pada bulan yang sama adanya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dimana Padangpariaman menjadi tuan rumah, yang tentunya menyedot anggaran besar.

Selanjutnya Pasaman Barat, karena saat ini Pemkab Pasaman Barat sedang fokus keluar dari status daerah tertinggal di Sumatera Barat.

“Harapan kita seluruh kabupaten dan kota bisa ikut. Sementara untuk launching TdS 2018 ini akan dibicarakan dengan Kemenpar dan pelaksanaannya akan dilaksanakan di Jakarta pada Oktober nanti,” tuturnya.

Wakil Gubernur Nasrul Abit mengatakan, TdS merupakan kebanggaan Sumatera Barat. Ia mengajak semua pihak ini untuk ikut andil menyukseskan iven yang sudah menjadi harga diri dan telah digelar sembilan kali.

Ia juga berharap di 2019 semua kabupaten daerah ikut. Sebab, saat ini Sumatera Barat tengah melakukan pengembangan pariwisata di daerah masing-masing.

“Ini kan peluang untuk memperkenalkan daerah. Tapi karena ada pertimbangan dari bupati masing-masing. Ya, saya mengharapkan di tahun 2019 nanti bisa semuanya mengikuti TdS, ini harga diri Sumbar,” ucapnya.

Tidak hanya itu, nantinya akan direncanakan pembangunan tugu TdS di Singkarak. Mengenai pembangunan Nasrul Abit menyerahkan kepada Dinas Pariwisata Sumatera Barat untuk mencari desainnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk