Senandung Mbak Tutut ‘Hanya Kamu’ Hiasi Kebahagiaan Atlet

Editor: Makmun Hidayat

456

JAKARTA — Suasana kebahagiaan terpancar dari wajah para atlet baseball dan softball Indonesia, manakala mereka menikmati suara merdu Ketua Dewan Pembina Perserikatan Baseball-Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi), Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disaba Mbak Tutut melantunkan lagu “Hanya Kamu”.

Hanya Kamu adalah lagu ciptaan Mbak Tutut Soeharto yang ia lantunkan di hadapan para atlet dalam acara ramah tamah di rumahnya, di Menteng, Jakarta, Selasa (4/9/2018) malam.

Sambil bernyanyi, Mbak Tutut mengajak para atlet untuk mengikuti syair lagu Hanya Kamu. “C-I-N-T-A, Cinta, S-A-Y-A-N-G, sayang, R-I-N-D-U, Rindu, K-A-M-U, Kamu,” demikian Mbak Tutut membawakan lagu itu sambil diikuti para atlet. Suasana semakin hangat dengan lantunan cinta persaudaraan yang tercipta begitu harmonis.

Berlanjut lagu kedua berjudul “Ahh Cinta”. Lagu irama melayu ini pun ciptaan Mbak Tutut Soeharto. “Alhamdulillah saya sudah ciptakan 120 lagu. Ini saya nyanyikan lagu irama melayu. Kita berbahagia malam ini, yang mau menari ayuk,” kata Mbak Tutut sambil tersenyum.

Alunan suara merdu Mbak Tutut berpadu irama melayu membuat para atlet dan tamu turut melantai berdendang. Suasana malam itu terlihat kembali menyatu dalam balutan persaudaraan. Tingkah polah para atlet saat berdendang sangatlah unik, berjoget sambil bercanda.

Menambah keceriaan, pedangdut Nassar KDI melantunkan lagu ciptaan Mbak Tutut berjudul “Hatiku”. “Saya nyanyikan lagu ciptaan Ibu Tutut dulu ya, baru nanti kita dangdutan,” kata Nassar.

Nassar sangat menghayati lagu ini dengan sepenuh jiwa. Suara merdunya menggali emosi jiwa hanyut dalam syair lagu dan irama musik. Sehingga penonton pun hanyut dalam dendangan jiwa, rasa gundah terobati usai dengarkan lagu ini.

Pedangdut Nassar menghibur para atlet baseball dan softball – Foto: Sri Sugiarti

Lagu Mawar Merah yang disajikan Nassar juga mewarnai suasana kegembiraan malam itu. Mereka pun kembali hayut melantai dalam dendangan lagu. Berlanjut lagu Mati Lampu, Pujangga, Oplosan dan lagu lainnya yang menjadikan suasana menyatu dalam dendang.

Kembali terlihat, Gunawan Pandu Kalista, atlet baseball berjoget lucu sambil memegang kursi di tangan. Kursi itu dibawa memutar dengan gaya uniknya. Gaya Pandu itu membuat atlet lainnya dan para tamu terhibur, bahkan diantara mereka mengabadikan momen ini dalam telepon selulernya.

Mata pun terpukau manakala Mbak Tutut melantai berbaur dengan para atlet menjadikan suasana malam itu begitu harmonis tak ada jurang pemisah yang dirasakan.

Saat berdendang itu, Mbak Tutut pun terlihat asik berselfie dengan mereka. Harmonisasi musik dan gerak tubuh mereka tetap tak terganggu jepretan selfie. Senyum dan lambaian tangan terus ditebar Mbak Tutut.

“Bude (Mbak Tutut-Red.) sosok yang santun, dan sangat mengayomi kami para atlet. Malam ini kebahagian kami diundang Bude, terima kasih,” kata atlet baseball, Chindy Patria Yudharana kepada Cendana News.

Suasana semakin membakar semangat juang, manakala seorang anggota PB Perbasasi menyanyikan lagu asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Gemu Famire atau Meumere.

Goyang Maumere pada acara ramah tamah para atlet di rumah Ketua Dewan Pembina PB Perbasasi, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut – Foto: Sri Sugiarti

Lagu pamungkas ini menggetarkan semua yang hadir turut bergoyang ke kanan-ke kiri mengikuti irama musik. Kegembiraan kembali terpancar dari wajah mereka manakala momen indah ini diabadikan dalam jepretan kamera hp. Gaya unik mereka terekam menjadi hadiah terindah kelak membuka album foto.

“Terima kasih Bude Tutut Soeharto. Beliau sosok pembimbing yang sangat mengayomi. Doa terbaik kami untuk Bude dan keluarga,” kata pelatih baseball, Ijang Lukman.

Ijang berharap kedepan baseball dan saftball dalam pembinaan Bude Tutut Soeharto lebih berprestasi lagi. Fasilitas juga diharapkan lebih ditingkatkan lagi, sehingga terbentuk atlet-atlet yang kuat dalam mengikuti ajang kejuaraan nasional maupun dunia.

Baca Juga
Lihat juga...