Sikka Terus Berupaya Tingkatkan PAD

Editor: Mahadeva WS

150
Penjabat bupati Sikka Drs.Mekeng P.Florianus. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Pemkab Sikka melakukan berbagai upaya untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut menjadi jawaban dari dorongan anggota DPRD Sikka yang meminta agar pemerintah daerah bekerja keras meningkatkan target penerimaan.

“Untuk meningkatkan PAD pemerintah terus melakukan upaya, dengan meningkatkan manajemen tata kelola pemungutan dan penerimaan PAD, serta meningkatkan kualitas sarana layanan publik, sehingga masyarakat merespon secara positif atas pungutan yang ditetapkan,” jelas Penjabat Bupati Sikka Drs. Mekeng. P.Florianus, Senin (3/9/2018).

Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kapasitas, dan integritas aparat pemungut PAD. Meningkatkan peran dan fungsi perangkat daerah pengelola PAD, serta meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah terhadap pelaksanaan pungutan setiap jenis PAD. “Pemerintah juga melakukan perluasan wajib pajak, penyempurnaan tarif serta perluasan objek pajak dan meningkatkan pengawasan dan penegakan Peraturan Daerah (Perda),” tambahnya.

Mekeng menyebut, sebagai Penjabat Bupati, Dirinya berkeinginan mendatangkan seorang ahli ekonomi untuk berbicara kepada DPRD Sikka dan pemerintah mengenai, kenapa selama tiga tahun berturut-turut, APBD Sikka mengalami defisit, dan mengapa PAD Sikka tidak pernah naik. “Minimnya PAD, kita bicara tentang ketidaksanggupan kita terkait kemandirian membangun Kabupaten Sikka. Dengan wilayah luas dan berpenduduk 315 ribu jiwa. Di dunia ini tidak pernah ada kemandirian yang absolut,” tegasnya.

Terhadap tema pembangunan di 2019, tentang pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat, sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan disparitas pembangunan wilayah, diterjemahkan dalam lima prioritas pembangunan dan menyandingkannya dengan postur anggaran.

“Mampukah pemerintah daerah mencapai seluruh arah kebijakan tersebut dengan kuantitas yang memadai dan kualitas prima? Untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan, di dalam dokumen perencanaan dan penganggaran akan ditetapkan output dan outcome, benefit dan impact  secara terukur sesuai dengan sumber daya yang dimiliki,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra, Adelbertus Kasar menyampaikan, target PAD yang menurun, sudah mendapatkan jawaban pemerintah dengan langkah menata potensi yang sudah ada seperti Pasar Alok dan Pasar Tingkat Maumere agar bisa meningkatan PAD. “Apakah rancangan KUA PPAS yang dibuat untuk 2019 apakah sudah memasukan visi dan misi bupati terpilih, sebab jangan sampai nanti akan dirubah kembali sebab tidak memasukan visi misi bupati terpilih,” tuturnya.

Sementara itu Marsel Sawa, Ketua Fraksi Partai Hanura berharap, target PAD dinaikan dan pemerintah harus memperbaiki kinerja agar target yang sudah ditetapkan tersebut bisa tercapai bahkan bisa melampaui target.

Lihat juga...