Sinergi Posdaya dan Posyandu, Imunisasi MR di Padang

Editor: Satmoko Budi Santoso

199

PADANG – Posdaya Utama yang ada di Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, turut berperan dalam menjalankan amanah dari Kementerian Kesehatan RI tentang pelaksanaan Imunisasi MR.

Hal ini juga seiring dengan menjalankan pilar kesehatan dari 4 pilar yang harus dijalankan setiap Posdaya.

Ketua Posdaya Utama, Aidil Adhari, mengatakan, kegiatan pemberian Imuniasasi MR itu merupakan kegiatan rutin Posyandu yang turut bersinergi dengan Posdaya yang berada di Jalan Utama Pala Indah 8 Parak Laweh, semenjak adanya arahan dari Kementerian Kesehatan RI. September ini seluruh kegiatan imunisasi tuntas dikerjakan.

Ketua Posdaya Utama Aidil Adhari/Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan. untuk jumlah anak bayi dan balita di Pala Indah 8 RW11, Jalan Utama 2 Parak Laweh mencapai 60 orang. Namun sejauh ini yang mengimunisasikan anaknya hanya 16 orang.

“Kalau yang lain itu kondisi bayi dan anak lagi sakit demam. Jadi belum bisa diimunisasi. Untuk imunisasi MR umurnya 9 bulan dan 15 tahun. Bagi yang belum imunisasi, disuruh datang ke Puskesmas,” katanya, Rabu (13/9/2018).

Menurutnya, kegiatan Imunisasi MR untuk anak SD dan SMP sudah dimulai sejak Agustus dan untuk anak balita, kebanyakan di bulan September.

Ai mengaku, tidak mudah juga untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa Imunisasi MR aman bagi bayi dan anak. Namun peran Posdaya yang bersinergi dengan Posyandu, dan sebagai kader Posyandu, harus berupaya untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk bisa datang ke Posyandu untuk melakukan Imunisasi MR.

“Ya, karena imunisasi ini dikhawatirkan masyarakat, maka kami sebagai kader tidak memaksakan untuk imunisasi, karena ini tergantung kesadaran orang tua karena campak,” ujarnya.

Ai menjelaskan, cara sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat, agar mau mengantarkan anaknya Imunisasi MR, dengan menjelaskan bahaya penyakit MR.

“Kalau tidak Imunisasi MR, maka apabila terkena penyakit, akan sangat membahayakan anak dan sulit untuk penyembuhan. Lalu sebagai kader kami juga memperlihatkan anak yang terkena penyakit RM,” sebutnya.

Di Posyandu yang bersinergi dengan Posdaya Utama ini, dalam menjalankan peran di pilar kesehatan, sudah lama berlangsung, yakni pemberian vitamin kepada bayi di daerah setempat.

Ai mengatakan, untuk menjalankan pilar kesehatan itu, kegiatan dilakukan mulai dari satu kali dalam satu bulan hingga dua kali dalam setahun.

“Jadi kegiatan kita di Posyandu itu memberikan Vitamin A dan obat cacing. Kegiatan semacam itu rutin dilakukan berpatokan pada jadwal Posyandu,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dalam hal memberikan obat, khusus untuk Vitamin A hijau diberikan untuk bayi berusia 6-9 bulan, sementara untuk Vitamin A merah diberikan untuk anak yang berusia 1-5 tahun. Sedangkan untuk obat cacing, diberikan untuk anak-anak yang berusia lima tahun ke atas.

Ai memaparkan, untuk pemberian Vitamin A dilakukan satu kali untuk waktu selama enam bulan. Artinya diberikan dengan jarak waktu dua kali dalam satu tahun. Sedangkan untuk obat cacing, diberikan satu kali satu bulan atau setiap dibuka layanan Posyandu, yakni setiap hari Rabu pekan kedua.

“Dalam mewujudkan anak-anak yang sehat ini, kita bersinergi dengan Posyandu. Sedangkan untuk obat-obat yang kita dapatkan itu dari Puskesmas setempat,” ujarnya.

Menurutnya, antusias masyarakat untuk membawa anaknya ke Posyandu di kawasan Parak Laweh cukup bagus. Setiap dibuka layanan kesehatan Posyandu, ada sekira 75 orang bayi dan anak-anak balita yang datang untuk mendapatkan layahan kesehatan di Posyandu.

Baca Juga
Lihat juga...