Siswa SD di Lamsel Sambut HAI dengan Berbagai Lomba

Editor: Koko Triarko

1.483
LAMPUNG — Ikut berpartisipasi dalam kegiatan Hari Aksara Internasional (HAI), siswa SDN 1 Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mengajak para siswa untuk mengikuti berbagai lomba, seperti cipta puisi, mewarnai dan menghias puisi.
Supartinah, guru kelas IV, menyebut kegiatan Hari Aksara Internasional menjadi kegiatan yang diagendakan oleh sekolah. Kegiatan sederhana cipta puisi dan mewarnai menjadi salah satu cara memajukan kesadaran aksara bagi anak di tingkat sekolah dasar.
Ia menjelaskan, sejak Kamis (6/9) siswa kelas 4, 5, 6 diberi kesempatan menuliskan puisi, bertema lingkungan, keprihatinan gempa Lombok serta tema lain berkaitan dengan dunia pendidikan dan kebudayaan.
Puluhan siswa yang akan dilibatkan dalam penulisan puisi, menghias puisi dengan warna-warna menarik, akan dibacakan pada puncak HAI pada Sabtu (8/9), mendatang.
Supartinah juga menyebut, puisi para siswa akan dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan pegiat literasi Motor Pustaka Roda Andalas, Sugeng Hariyono. Upaya tersebut untuk menggugah semangat siswa dalam keterampilan literasi berbasis kebudayaan dan kearifan lokal.
Kepada siswa, ia mencontohkan siswa bisa mengambil tema kebudayaan berkaitan dengan kesenian tradisional atau permainan tradisional yang dituliskan melalui puisi.
“Dasar-dasar membuat puisi atau pantun sudah dimiliki para siswa, dan momen hari aksara internasional kita wujudkan dengan ikut serta membuat ratusan puisi untuk dikumpulkan dan dinilai sebagai penyemangat siswa,” terang Supartinah, saat ditemui Cendana News, Kamis (6/9/2018).
Sugeng Hariyono, pegiat literasi Motor Pustaka Roda Andalas menerima donasi mi instan dari SDN Gedung Harta untuk korban bencana Lombok sebagai bentuk kepedulian dunia pendidikan di Lamsel [Foto: Henk Widi]
Supartinah mengaku, pihaknya sudah melatih siswa untuk membuat puisi dengan pemilihan tema dan judul, kata kunci, gaya bahasa, estetika puisi hingga proses deklamasi puisi. Gaya puisi hingga imajinasi yang akan ditulis.
Menurutnya, kesadaran beraksara melalui puisi sekaligus menjadi salah satu pendorong bagi siswa untuk mengembangkan ide dan gagasan. Sebab, meski terlihat sederhana dan mudah, namun masih banyak siswa belum bisa membuat puisi yang menarik untuk dibaca.
Supartinah juga menyebut, tema-tema faktual terkait kondisi masyarakat seperti susahnya para ibu mencari gas elpiji 3 kilogram, bencana gempa Lombok akan menjadi tema yang bisa dipilih oleh siswa.
Para siswa juga akan diberi kesempatan untuk melakukan pembacaan puisi di hadapan pendengar lengkap dengan intonasi, mimik dan penjiwaan.
“Jadi, siswa diberi kesempatan selama dua hari, agar bisa membuat puisi sebagai bagian memperingati Hari Aksara Internasional,” terang Supartinah.
Sugeng Hariyono, pegiat literasi Motor Pustaka Roda Andalas yang mengajak siswa mengisi Hari Aksara Internasional, menyebut sudah berkoordinasi dengan sejumlah sekolah.
Sejumlah sekolah yang dilibatkan di antaranya SDN 1 Kelaten dan SDN 1 Pasuruan yang sudah mulai mengumpulkan puisi sebelum puncak HAI, Sabtu (8/9) mendatang.
Sugeng Hariyono menyebut tema HAI tahun ini yang ditetapkan oleh UNESCO adalah “Literacy and Skills Development”.
Sugeng Hariyono menyebut, mengikuti tema yang ditetapkan secara nasional pada Hari Aksara Internasional, yakni “Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya”, dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan masyarakat, dalam mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif. Puisi disebutnya akan menjadi salah satu cara untuk mengajarkan anak usia dini mencintai aksara.
“Secara khusus, implementasi hari aksara internasional dengan memberi kesempatan siswa sekolah untuk mencintai buku dan menulis,” beber Sugeng Hariyono.
Sugeng Hariyono dengan Motor Pustakanya, menggandeng sejumlah sekolah melakukan kegiatan menulis puisi, baca puisi, mewarnai, dan penobatan Duta Motor Pustaka.
Ia juga menyiapkan kegiatan jemuran puisi dengan cara menggantungkan puisi seperti jemuran yang bisa dibaca oleh orang lain. Sejumlah puisi yang berkualitas dan menarik direncanakan akan dikumpulkan dan dibukukan setelah mendapat penilaian dari guru.
Sebagai reward atau penghargaan bagi siswa, penulis dan pendeklamasi puisi terbaik, Motor Pustaka sudah menyediakan hadiah, berupa alat tulis pensil, penghapus, pulpen dan buku sebagai penunjang keaksaraan.
Kegiatan menulis puisi, kata Sugeng Hariyono, sekaligus meminimalisir kecenderungan siswa sekolah zaman modern yang lebih asyik bermain gawai dibandingkan membaca buku.
Sugeng Hariyono juga menyebut, bentuk kepedulian siswa pada korban bencana gempa Lombok akan dituliskan dalam bentuk puisi. Sebelumnya bekerja sama dengan sejumlah sekolah, Motor Pustaka juga sudah melakukan kepedulian dengan mengumpulkan ratusan bungkus mi instan.
Ratusan bungkus mi instan tersebut dikumpulkan dari SDN Gedung Harta, SDN Tetaan dan sejumlah sekolah untuk ikut peduli kepada siswa sekolah yang terkena bencana gempa di Lombok.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.