Siswa SMK NU Tenggarang Dilatih Wirausaha Sejak Dini

Editor: Mahadeva WS

237

BONDOWOSO – Komitmen SMK NU Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, untuk melahirkan entrepreneur muda patut diapresiasi. Meskipun sekolah digratiskan sampai lulus, sekolah tersebut tetap bertekad melaksanakan pembelajaran yang berkualitas.

Hal itu menjadi komitmen menciptakan lulusan yang siap berwirausaha, terampil, dan mampu berdaya saing tinggi. Untuk mewujudkannya, SMK NU Tenggarang memiliki program kewirausahaan intensif dan berkelanjutan untuk para siswanya.

Hampir setiap dua minggu sekali, di hari Sabtu, SMK NU Tengarang mengelar kuliah umum kewirausahaan, dengan mendatangkan pemateri dari luar sekolah. Kegiatan tersebut dalam rangka menyebarkan virus kewirausahaan. Diantaranya, pelatihan manajemen usaha, pelatihan public speaking, pelatihan sales, pelatihan packaging, pelatihan wirausaha pemula, praktek pengolahan hasil perikanan, praktek budidaya perikanan, praktek jualan.

Semua kegiatan kewirausahaan tersebut, berpusat pada Unit Produksi (UP) Aswaja. UP Aswaja inilah yang menjadi pusat kegiatan pembelajaran kewirausahan di SMK NU Tenggarang. “Kegiatan pendukung kewirausahaan ini dilakukan secara terus menerus, agar semua peserta didik dapat menangkap ilmu yang menjadi bekalnya setelah lulus,” jelas Daris Wibisono, Kepala SMK NU Tenggarang, Selasa (18/9/2018).

Dengan kegiatan tersebut, siswa yang setelah lulus akan memiliki bekal wirausaha mandiri, untuk terjun ke masyarakat secara langsung. “Minimal siap untuk berdaya saing dengan masyarakat lainnya. Sehingga tidak menambah angka pengangguran apabila sudah bisa mandiri,” jelas Daris.

Di SMK NU Tenggarang, siswa secara berkelompok melaksanakan aktivitas kewirausahaan. Dianyaranya, produksi olahan ikan, pengemasan, pelabelan produk, hingga penjualan.  Semua kegiatan kewirausahaan dilakukan siswa secara berkelompok tanpa bimbingan guru.

Mereka melakukan iuran untuk modal usaha, melakukan produksi sendiri. Bahkan hingga proses penjualan dilakukan sendiri. “Mereka benar-benar merasakan bagaimana menjadi pengusaha umumnya di masyarakat,” ujar Wiwin Junaidah, Ketua UP Aswaja.

UP Aswaja memberi kebebasan kepada siswa, untuk menentukan produk olahan yang akan diproduksi. Sehingga varian produk semakin beragam. “Yang terpenting basisnya ikan, karena ini sesuai potensi dan program jurusan SMK NU Tenggarang adalah perikanan,” tandas Wiwin.

Untuk strategi penjualan produk, UP Aswaja juga memberikan keleluasaan. Siswa bebas berjualan dari rumah ke rumah, di luar jam pelajaran maupun di luar jam sekolah. UP Aswaja juga membuka tenda jualan secara berpindah-pindah, dari POM Bensin satu ke tempat lainnya. Para siswa juga bisa menggunakan fasilitas kendaraan roda tiga untuk mendukung usaha penjualan.

Produk olahan ikan SMK NU Tenggarang diantaranta Nugget, bakso ikan, Sosis ikan, Krupuk Ikan Lele, Kripik Ikan Jambrong, Abon Ikan Lele, Abon ikan cakalan, Pastel Ikan, krupuk ikan cumi. Di samping produk olahan, UP Aswaja juga menyediakan produk hasil budidaya siswa yaitu ikan lele dan gurami.

Baca Juga
Lihat juga...