SKB Sikka Buka Sekolah Sore Bagi Karyawan

Editor: Mahadeva WS

201

MAUMERE – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sikka selain menyelenggarakan pendidikan formal bagi siswa-siswi dari PAUD sampai dengan SMA,juga membuka kelas sore bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan kontrak untuk memperoleh ijasah SMP dan SMA.

Kepala sekolah SKB Sikka Kortensia Dou. Foto : Ebed de Rosary

“Kami juga tahun 2018 mulai melakukan bimbingan sore bagi para karyawan, guru PAUD dan Pegawai Negeri Sipil selama satu tahun penuh. Ada 80 orang dan mereka akan bersekolah selama 4 hari saat sore,” sebut Kortensia Dou,kepala sekolah SKB Sikka,Kamis (27/9/2018).

Dikatakan Kortensia, karyawan dan PNS tersebut ada yang rapornya sudah tidak ada lagi sehingga pihaknya harus membimbing selama setahun penuh dan mereka juga ikut ujian nasional dan ujian sekolah. “Mereka juga wajib mengikuti ujain sekolah berbasis komputer dimana soal-soalnya  berasal dari dinas Pendidikan provinsi NTT dan bila dinyatakan lulus baru mereka bisa memperoleh ijasah,” ungkapnya.

Sementara untuk karyawan dan PNS yang sebelumnya pernah mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP atau SMA terang Kortensia. Maka mereka hanya belajar selama sebulan penuh sejak hari Senin sampai Kamis di sore hari. “Animo para karyawan dan PNS untuk menamatkan sekolah sangat tinggi sebab dengan mengantongi ijasah maka mereka bisa mengajukan kenaikan pangkat dan ada penambahan gaji,” tuturnya.

Sementara untuk siswa-siswi yang bukan kelas ekstensi tambah Kortensia,mereka juga melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dimana masuk kelas jam 07.30 dan pulang jam 12.30 WITA  serta wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. “Pemerintah provinsi pernah tanya kenapa jam belajarnya sama dengan sekolah umum padahal ini hanya sanggar tetapi saya katakan anak-anak ingin melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti sekolah umum sebab mereka ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah umum,” ungkapnya.

Selain menyelenggarakan pendidikan di SKB, tambah Kortensia,pihaknya juga membuka sekolah untuk paket A kelas 5 SD sementara kelas 4 dan kelas 5 juga ada di kecamatan Waiblama. “Lulusan SMA disini kebanyakan melanjutkan kuliah tetapi kalau SMP atau paket B mereka juga ada yang melanjutkan ke sekolah umum lainnya dan biasanya mereka selalu mendapat ranking di sekolah umum tersebut,” sebutnya.

Rata-rata setiap tahun sambung Kortensia, tingkat kelulusan di SKB Sikka sebesar 100 persen sebab para murid yang selama ini tidak diterima atau dikeluarkan dari sekolah umum,mereka biasanya belajar dengan sungguh-sungguh.

Lusiana Irna salah seorang karyawan yang ditemui Cendana News mengaku tidak malu untuk melanjutkan sekolah lagi untuk kelas 3 SMA sebab dirinya saat hndak mengikuti ujian nasional sedang hamil sehingga tidak bisa melanjutkan sekolah. “Saya terpaksa mengambil paket C disini setelah anak saya berumur setahun sebab saya ingin melanjutka kuliah lagi. Saya juga tidak malu sebab rata-rata murid di kelas khusus untuk karyawan ini biasanya sudah menikah dan bekerja,” ungkapnya.

Daripada harus bersekolah di Pendidikan Luar Sekolah (PLK) tambah Irna, lebih baik dirinya bersekolah di SKB Sikka sebab selama sebulan penuh pengajar selalu ada dan para murid juga dididik dengan baik agar bisa lulus ujian nasional.

Baca Juga
Lihat juga...