SMK NU Tenggarang-Bondowoso Gratiskan Biaya Sekolah hingga Lulus

Editor: Koko Triarko

1.106
BONDOWOSO – Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) Tenggarang di Kabupaten Bondowoso, menggratiskan biaya pendidikan untuk siswa-siswinya sampai lulus. Hal itu dilakukan, karena warga di daerah tersebut masih sulit mendapatkan pendidikan yang layak. 
Menurut Kepala sekolah SMK NU Tenggarang, Daris Wibisono, satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah dengan memberikan akses pendidikan seluas-luasnya, tapi mesti pendidikan yang layak dan berkualitas. Akses tersebut dengan menyediakan layanan pendidikan yang bebas biaya dan berkualitas.
“Kami menyadari, akar rumput masyarakat Bondowoso yang notabene adalah jemaah NU, sangat sulit untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak bagi putra putrinya. Hal itu disebabkan rendahnya perekonomian masyarakat,” kata Daris, Kamis (13/9/2018).
Kepala sekolah SMK NU Tenggarang, Daris Wibisono. -Foto: Kusbandono.
Daris juga mengatakan, SMK NU hadir memberikan pelayanan pendidikan gratis sampai lulus bagi siswa-siswi dengan jurusan agribisnis dan perikanan, sebagai kompetensi unggulan untuk mencetak lulusan yang mandiri berbasis wirausaha.
Meskipun gratis, kata Daris, pihak pengelola sekolah mempunyai komitmen tinggi untuk terus menjaga kualitas serta meningkatkan sarana pembelajaran di SMK NU, agar dapat menciptakan output lulusan yang berkualitas. Komitmen ini ditunjukkan dengan diraihnya akreditasi SMK NU dengan nilai B.
“SMK NU Tenggarang didirikan untuk menyokong tiga pilar perjuangan NU, yaitu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Dari tiga pilar itu bercita-cita masyarakat yang lebih baik di masa depan,” ungkap Daris.
SMK NU Tenggarang berdiri pada 23 Juli 2009 di atas lahan seluas 10.000 meterpersegi. Letaknya berada di jalan Pakisan Nomor 341, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Sekolah berada di bawah Yayasan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Bondowoso, dengan Ketua Yayasan, H. M. Syaeful Bahar.
Sekolah memiliki enam kelas yang dibangun swadaya masyarakat. Sejak berdiri pada 2009, sekolah tersebut tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Karena itu, sampai saat ini belum memiliki ruang laboratorium dan ruang praktik.
Namun demikian, sekolah ini memiliki peralatan praktik budi daya perikanan, peralatan teknologi hasil perikanan, tempat praktik perikanan kolam terpal. Juga memiliki kantin praktik kewirausahaan siswa, bernama kantin Aswaja.
Kantor Kepala Sekolah dan ruang TU SMK NU Tenggarang Bondowoso tampak dari depan. -Foto: Kusbandono.
Sampai saat ini, SMK NU Tenggarang memiliki siswa dan siswi berjumlah 211 orang. Pada awal tahun pelajaran baru, selalu mendapat dua kelas berkisar 75 sampai 82 siswa. Sehingga mulai tahun ini, SMK NU bisa mengadakan ujian nasional sendiri, dan bisa memberikan peluang bagi siswa untuk bisa meraih mimpi kuliah dengan bidik misi.
Tenaga pengajar SMK NU lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia, dan mengajar sesuai latar belakang pendidikannya. Ada dua guru produktif perikanan, Riana Endang Hartatik dan Wiwin Junaidah, yang sedang kuliah S2 di Politeknik Negeri Jember. Dua orang guru lainnya sudah lulus S2.
Sementara pembiayaan operasional pendidikan, SMK NU Tenggarang didapat dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan para dermawan.
Sekolah juga mempunyai usaha mandiri yang didirikan dan dikelola pihak sekolah untuk menopang kebutuhan operasionalnya. Bentuk usahanya berupa usaha pengolahan ikan dengan berbagai macam produk yang berbasis perikanan hasil kreasi siswa. Nuget Ikan, Teri Chrispy, Abon Ikan, dan masih banyak lagi produknya.
“SMK NU Tenggarang, meskipun gratis sampai lulus, tapi tetap menjaga kualitas pendidikan,” pungkas Daris.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.