Sop Konro Kerapu, Kuliner Kaya Rempah Penggugah Selera

Editor: Satmoko Budi Santoso

227

LAMPUNG – Kuliner tradisional Indonesia yang berasal dari tradisi Makassar salah satunya sop konro.

Sop konro khas Makassar tersebut kerap dibuat dengan iga daging sapi atau daging sapi. Namun warung apung Manohara di dermaga Muara Piluk Bakauheni, mengolah sop konro dengan perpaduan kuliner boga bahari (sea food) hasil tangkapan nelayan.

Manohara, pemilik warung apung menyebut, ia kerap membuat sop konro berbahan ikan kerapu atas pesanan pelanggan.

Manohara, pemilik warung apung penyedia kuliner sea food melakukan
proses penghalusan bumbu dengan menggunakan cobek batu [Foto: Henk Widi]
Kreasi sop konro kerapu, disebut Manohara, bermula dari keinginan untuk menciptakan kuliner khas Makassar dengan bahan berbeda sebagai ciri khas warung miliknya. Sebagai warung apung yang menghadap ke Selat Sunda, ia menyebut hasil tangkapan ikan nelayan menjadi bahan baku bermacam kuliner yang ditawarkan.

Sop konro kerapu dibuat dengan bahan baku ikan kerapu jenis karet, kerapu bebek serta kerapu macan. Ikan tersebut juga bisa diganti dengan ikan lapeh, ikan simba sesuai dengan selera pelanggan.

“Selama ini pelanggan mengaku kerap menikmati kuliner sop konro dari daging sapi. Selanjutnya saya mencoba menggunakan bahan ikan, banyak pelanggan yang menyukainya selain menikmati ikan bakar serta ikan goreng,” terang Manohara, pemilik warung apung penyedia sop konro di pesisir Bakauheni, saat ditemui Cendana News, baru-baru ini.

Seperti proses pembuatan sop konro pada umumnya, Manohara menyebut, semua bumbu yang digunakan sama. Perbedaan hanya terletak dari bahan baku iga atau daging sapi diganti dengan daging ikan kerapu serta beberapa jenis ikan dengan tekstur yang tidak mudah hancur.

Pelanggan menikmati kuliner sop konro kerapu khas warung apung Manohara Muara Piluk Bakauheni Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Ikan kerapu karet sengaja dipilih sebagai bahan baku karena memiliki ciri khas daging lunak, duri sedikit, tidak mudah hancur saat direbus.

Salah satu syarat untuk bahan baku ikan harus dalam kondisi segar hasil tangkapan nelayan. Sebagai cara untuk menjaga kesegaran ikan, Manohara kerap membeli dari sejumlah nelayan budidaya kerapu.

Selain itu, kerapu hasil tangkapan nelayan secara tradisional kerap ditangkap dan disimpan dalam wadah khusus agar tetap dalam kondisi hidup. Setelah itu ikan kerapu dimasukkan dalam keramba jaring apung agar bisa digunakan saat akan diolah menjadi kuliner sop konro kerapu.

“Salah satu daya tarik pelanggan untuk makan di warung saya, karena semua bahan masih segar langsung dari laut, bukan beli di pasar ikan,” ungkap Manohara.

Setelah ikan kerapu dibersihkan pada bagian perut, beberapa jenis bumbu untuk pembuatan sop konro juga harus disiapkan. Jenis bumbu yang digunakan merupakan bumbu rempah berfungsi sebagai pelezat sekaligus memiliki fungsi penambah daya tahan tubuh.

Berbagai bumbu rempah sebagai bahan pembuatan sop konro kerapu [Foto: Henk Widi]
Jenis bumbu tersebut di antaranya bawang merah, bawang putih, ketumbar halus, merica, kemiri, lengkuas, jahe, batang serai, keluwek atau kepayang serta pala. Berbagai bahan pelengkap lain juga disiapkan di antaranya bawang goreng, seledri, cabai halus, tomat.

Setelah semua bahan baku ikan kerapu siap, bumbu dihaluskan dengan menggunakan cobek dari batu. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga kekhasan rasa bumbu. Selanjutnya ditumis dengan menggunakan minyak goreng.

Sembari melakukan proses penumisan, air mendidih disiapkan dalam panci khusus untuk merebus ikan. Setelah ikan mulai setengah matang, semua bumbu halus yang telah ditumis dimasukkan ke panci berisi ikan kerapu.

“Kuah kaldu yang sudah tercampur dengan daging ikan, bisa diberi tambahan garam dan penyedap rasa hingga matang,” terang Manohara.

Aroma khas sop konro akan tercium dari berbagai rempah yang dijadikan sebagai bumbu. Aroma tersebut diyakini sekaligus bisa menjadi terapi untuk pelanggan yang sedang flu atau kurang enak badan.

Sebab rempah-rempah memiliki khasiat penghangat tubuh. Setelah sop konro kerapu matang tambahan pelengkap berupa sambal colo colo, tempe dan tahu goreng serta lalapan kemangi, mentimun dan kol juga disertakan. Tak lupa irisan jeruk nipis.

“Agar semakin harum dan menggugah selera, diberi taburan bawang goreng, daun bawang, tomat. Saat penyajian, lengkap dengan nasi hangat,” terang Manohara.

Satu porsi sop konro kerapu khas warung Manohara tersebut, kerap bisa dinikmati untuk dua orang. Menggunakan bahan baku ikan kerapu yang terbilang mahal, satu porsi sop konro kerapu dijual dengan harga mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000.

Meski demikian, bagi sejumlah pecinta kuliner sea food ia menyebut, sudah mengetahui harga tersebut. Beberapa di antaranya bahkan memesan dengan sistem paket untuk dibuatkan berbagai menu. Selain sop konro kerapu juga ikan bakar simba, lapeh, serta kuniran.

Salah satu pelanggan, Yusuf, menyebut, sop konro kerapu menjadi salah satu kuliner yang tidak biasa ditemui. Ia mengaku, kerap menyantap sop konro berbahan baku iga dan daging sapi, namun dengan bahan ikan kerapu.

Sensasi yang dicecap di lidah terasa berbeda. Bagi pelanggan yang tidak biasa mengonsumsi daging sop konro kerapu, sangat cocok karena rasanya cukup menggugah selera.

“Rasa hangat setelah menyeruput kuah sop konro, perpaduan beragam rempah, bisa menjadi sumber energi dan daya tahan tubuh,” beber Yusuf.

Pada musim kondisi angin kencang di wilayah pesisir dengan risiko badan mudah sakit, menu sop konro kerapu kaya rempah bisa jadi pilihan. Soal harga cukup relatif karena sesuai dengan rasa yang disajikan bahkan bisa memiliki khasiat untuk kesehatan.

Soto konro kerapu menjadi cara berbeda menikmati ikan laut bagi penyuka menu sea food yang kerap hanya dibakar atau digoreng. Suasana resto apung sekaligus memberi suasana berbeda dalam menikmati kuliner di Bakauheni.

Lihat juga...

Isi komentar yuk