SPBU Padang Terbakar, Angkot dan Sepeda Motor Ludes

Editor: Satmoko Budi Santoso

232

PADANG – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan nomor 14 251 519 yang terletak di Jalan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, terbakar sore tadi, masih belum diketahui penyebab pasti.

Namun, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Paddang menduga, percikan api muncul di mobil angkot yang tengah mengisi BBM dengan jerigen.

Pengendara yang ikut antre di SPBU tersebut, Ratna mengatakan, ada satu angkot yang tengah mengisi BBM di ke dalam jerigen, dimana jerigennya itu berada di dalam angkota. Di saat pengisian berlangsung, muncullah percikan api, hingga menyebabkan kebakaran yang meluas.

“Tadi ada beberapa pengendara yang lagi antre. Pas lihat api, saya dan pengendara lainnya panik, dan begitu juga dengan petugas SPBU langsung menjauhi SPBU,” katanya, Jumat (21/9/2018).

Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas di jalan menuju pusat Kota Padang macet. Sementara untuk menjinakkan api Dinas Pemadam Kebakaran Padang menurunkan 10 armada dan api berhasil dipadamkan satu jam kemudian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Hendrizal Azhar (tengah) – Foto: Ist

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Hendrizal Azhar, mengatakan, akibat peristiwa seorang petugas pemadam kabakaran sempat terkena sambaran api dan menyebabkan api membakar pakaiannya, beruntung api tidak meluas membakar pakaiannya karena dengan sigap disemprot dengan air.

“Usai api dijinakkan, kita menemukan ada 20 jerigen yang berada di dalam angkot itu, yang ikut terbakar. Akibatnya petugas kita agak kesulitan untuk memadamkan api, karena ada jerigen yang telah diisi BBM,” ucapnya.

Akibat kebakaran itu, menyebabkan 4 konter pengisian dan 2 sepeda motor, serta 1 unit angkot terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dari informasi sementara dari Damkar Padang, pihaknya menyebutkan, sebelum api membesar terdapat percikan api bersumber dari mobil angkutan kota. Percikan berawal saat pengisian jerigen yang dilakukan.

“Yang jelas percikan saat pengisian jerigen dan mobil dalam keadaan mati tadi. Sementara untuk kerugian bisa kita taksirkan,” ucapnya.

Menyikapi peristiwa, Sales Executive Retail PT Pertamina Wilayah VIII Sumatera Barat, Warih Wibowo, mengatakan, pihaknya masih menunggu keterangan dari pihak yang berwenang untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran di SPBU Padang tersebut.

Akan tetapi, ia menyatakan, apabila kebakaran itu terjadi yang disebabkan tidak menjalankan prosedur yang berlaku, maka PT. Pertamina akan memberikan sanksi.

Ia menjelaskan, persoalan pemberian sanksi akan ada apabila ada bukti bahwa terjadi kesengajaan tidak menjalankan prosedur yang berlaku. Bahkan, sanksi yang diberikan adalah pemutusan kerja sama antara PT. Pertamina dengan pemiliki SPBU.

“Kalau prosedur pengisian kan jelas, untuk pengisian BBM itu harus diisi secara langsung ke tangki, bukan ke jerigen,” tegasnya.

“Tentang pengisian jerigen itu, tidak bisa sebebasnya saja, tapi perlu ada surat rekomendasi. Kalau tidak ada, seharusnya pihak SPBU tidak melayani, dan mengarahkan untuk pengisian BBM ke tangki kendaraan langsung,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...