Stasiun Maritim Lampung Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Perairan

Editor: Satmoko Budi Santoso

201

LAMPUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Maritim Kelas IV Lampung, mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca perairan Lampung.

Sugiyono, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Lampung menyebut, petugas prakirawan cuaca sudah melakukan imbauan ke sejumlah pihak.

Imbauan tersebut, diakui Sugiyono, terutama di sejumlah wilayah perairan dengan adanya kecepatan angin berpotensi mencapai 25 knot di Pelabuhan Krui, Pesisir Selatan Bandar Lampung.

Selain itu di Pelabuhan Bakauheni dan Penyeberangan Merak-Bakauheni untuk kapal roll on roll off (Roro) serta pelabuhan Bandar Bakau Jaya ke Bojonegara Banten.

“Sudah kita imbau kepada masyarakat khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, pelaku usaha wisata bahari sekitar Perairan Lampung untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,” terang Sugiyono saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat petang (14/9/2018).

Kondisi tersebut, diakui Sugiyono, dampak dari adanya tekanan tinggi di Selatan Australia dan Siklon Tropis Mangkhut di Samudera Pasifik Timur Laut Indonesia. Hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan tekanan yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan kecepatan angin yang kuat di wilayah Indonesia, khususnya wilayah Lampung dan wilayah perairan Lampung. Kondisi tersebut akan semakin terlihat terutama pada sore hingga malam hari.

Selain itu Sugiyono juga mengungkapkan, telah mengirimkan prakiraan cuaca ke sejumlah pelabuhan laut di wilayah Lampung. Prakiraan cuaca pelabuhan laut tersebut akan berlaku pada Sabtu (15/9/) mulai pukul 07.00 hingga pukul 19.00 WIB di antaranya di sejumlah pelabuhan: Pelabuhan Kota Agung, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Tenggara sampai dengan Selatan dengan kecepatan 2 – 15 knot, tinggi gelombang 0.2 – 1.2 meter, visibility 9 km.

Pelabuhan Krui, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Timur sampai dengan Tenggara dengan kecepatan 2 – 15 knot, tinggi gelombang 0.5 – 2.1 meter, visibility 9 km.

Pelabuhan Bakauheni, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Tenggara sampai dengan Barat Daya dengan kecepatan 2 – 18 knot, tinggi gelombang 0.2 – 0.8 meter, visibility 9 km.

Pelabuhan Merak, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Tenggara sampai dengan Barat Daya dengan kecepatan 2 – 16 knot, tinggi gelombang 0.2 – 0.7 meter, visibility 9 km.

Pelabuhan Labuhan Maringgai, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Timur sampai dengan Tenggara dengan kecepatan 2 – 13 knot, tinggi gelombang 0.2 – 0.6 meter, visibility 9 km.

Pelabuhan Teladas, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Timur sampai dengan Tenggara dengan kecepatan 2 – 16 knot, tinggi gelombang 0.2 – 0.6 meter, visibility 9 km.

Pelabuhan Mesuji, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Timur sampai dengan Tenggara dengan kecepatan 2 – 15 knot, tinggi gelombang 0.2 – 0.5 meter, visibility 8 km.

Pelabuhan Lempasing, Kondisi cuaca Berawan, angin bertiup dari arah Tenggara sampai dengan Barat Daya dengan kecepatan 2 – 15 knot, tinggi gelombang 0.2 – 0.6 meter, visibility 9 km.

Peringatan kondisi cuaca perairan yang perlu diwaspadai, disebut Sugiyono, terutama tinggi gelombang dapat mencapai 2.1 meter di Pelabuhan Krui Pesisir Barat Lampung. Koordinasi disebutnya sudah dilakukan kepada pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pemangku kepentingan berkaitan dengan transportasi laut di antaranya PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni yang melayani pengguna jasa pejalan kaki dan kendaraan.

“Layar kondisi cuaca perairan terpasang di pelabuhan Bakauheni sehingga calon penumpang kapal bisa melihat cuaca oerairan terkini,” beber Sugiyono.

Kondisi cuaca perairan Selat Sunda dominan disertai angin kencang dengan kecepatan angin 20 knots terlihat mulai berpengaruh pada sejumlah dermaga. Akibat angin kencang pada Jumat (14/9) sore Kapal Dorothy gagal melakukan olah gerak sandar di dermaga VII Pelabuhan Bakauheni.

Akibatnya, kapal terpaksa melakukan manuver selama dua kali meski harus mengalami benturan keras dengan vender dermaga pada bagian haluan akibat angin kencang. Meski demikian aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan Bakauheni masih terlihat normal.

Lihat juga...

Isi komentar yuk