Sunat di Masa Bayi, Mengurangi Risiko Cedera

Editor: Mahadeva WS

199
Lucia Nirmalasari, Sp.B, FINACS, FICS, Poli Bedah Umum RS. Cendana Jakarta - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Sunat atau sirkumsisi, merupakan tindakan medis yang biasa dilakukan pada penganut agama Islam. Tapi dengan berkembangnya ilmu kesehatan di dunia, akhirnya sunat juga dijadikan suatu keutamaan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pria. 

Secara medis, sunat berarti proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. “Proses sunat ini penting. Karena mampu mencegah infeksi penyakit menular, dan meningkatkan kualitas hubungan seksual,” kata dr. Lucia Nirmalasari Sp.B, FINACS, FICS, kepada Cendana News di RS Cendana Jakarta, Jumat (7/9/2018).

dr.Lucia menjelaskan, biasanya bakteri bersembunyi di kulup laki-laki. Dengan melakukan sunat, akan memudahkan proses pembersihan penis, sehingga membantu menghindari berkumpulnya bakteri. “Sunat ini sebaiknya dilakukan secepat mungkin.  Bayi yang berumur 1-2 hari sebenarnya sudah bisa disunat. Hanya memang kebiasaan di Indonesia itu menunggu hingga sekolah,” jelasnya.

Melakukan sunat saat anak masih bayi memiliki beberapa kelebihan. Dari segi regenerasi sel, sehingga proses penyembuhan akan lebih cepat. “Selain itu, melakukan sunat saat bayi tidak akan membuka celah pada trauma psikis. Kan ada anak yang saat dari rumah, mau, tapi sampai sini malah takut. Sunat saat anak sudah mengerti, itu membutuhkan kesiapan mental,” tambah dr. Lucia.

Memasuki usia dewasa, proses sunat akan semakin berisiko. Rentang waktu penyembuhan sekira satu minggu, biasanya suka diabaikan oleh anak-anak. Sehingga, membuka risiko terjadinya luka ataupun gesekan pada bekas pemotongan kulup. “Pada pria dewasa, ada peluang benang terlepas. Yaitu jika dalam rentang waktu seminggu, laki-laki yang disunat mengalami ereksi. Ini mampu menimbulkan pendarahan. Jadi, saat dewasa risikonya memang jadi lebih tinggi,” tambahnya.

Usai proses sunat,  pasien diminta untuk tidak melakukan aktivitas olahraga yang berat terlebih dahulu. “Kalau baru sunat, pakai celana longgar, sehingga menghindari bergeseknya bekas luka dengan pakaian. Kalau anak-anak, paling tidak jangan main sepeda dulu. Ya sekitar satu bulan lah. Kalau dewasa, jangan berhubungan dulu hingga 4-6 minggu,” paparnya.

Dunia medis, menurut dr. Lucia, tidak mengenal sunat pada perempuan. Walaupun memang ada beberapa klinik yang memberi pelayanan sunat bagi perempuan yang ingin disunat.  RS Cendana, menurut Kepala Departemen Marketing, Dhyatri Octoria, menyediakan pelayanan sunat dengan cara biasa dan laser.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.