Tabur 31.1, Kejagung Tangkap 170 Buronan

Editor: Mahadeva WS

130
Kapuspenkum Kejagung M Rum - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung), sejak Januari hingga September 2018 telah mengamankan 170 buronan yang berstatus tersangka, terdakwa dan terpidana. Penangkapan tersebut dilakukan di seluruh Indonesia.

Penangkapan tersebut bagian dari program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1. Sebanyak 31 Kejaksaan Tinggi ditargetkan menangkap 1 buronan setiap bulannya. “Program ini sebenarnya adalah untuk optimalisasi tugas setiap Kejaksaan Tinggi. Ada tidak adanya program itu, penangkapan buronan tetap harus kami lakukan. Saat ini kami sudah mengamankan 170 buronan dari Januari hingga September ini, baik pelaku tindak pidana yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, M Rum, Selasa (25/9/2018).

Program tersebut dapat mempercepat proses eksekusi para buronan, yang melarikan diri di seluruh Indonesia. Program Tabur 31.1, sangat efektif untuk menangkap para buronan yang kabur, dan melarikan diri saat proses hukum berlangsung. Program Tabur 31.1 difokuskan untuk memburu buronan yang melarikan diri, namun diketahui masih berada di Indonesia. Jika buronan melarikan diri dan menyimpan aset hasil korupsinya di luar negeri, kejaksaan juga telah menyiapkan Tim Terpadu yang diketuai Wakil Jaksa Agung.

“Kalau buronan yang lari ke luar negeri, kita ada Tim Terpadu yang tugasnya adalah memburu para buronan dan aset kejahatannya di luar negeri, yang diketuai langsung oleh Wakil Jaksa Agung,” tambahnya.

Penangkapan terbaru, tim Intel Kejagung bersama dengan tim Kejati Jambi, berhasil mengamankan terpidana Kejati Jambi atas nama Jumrus Bin Jamhur. Terpidana diamankan di Bandara Udara Internasional Minangkabau, Selasa 25 September 2018 sekitar pukul 00.30 WIB.

Berdasarkan putusan MA No. 2401.k/PID.SUS/2013, tertanggal 15 April 2014, terpidana melanggar pasal 48 (2) huruf (b) UU No. 10/1998, tentang Perubahan UU No.7/1992, tentang Perbankan, dengan pidana penjara lima tahun dan denda sebesar Rp5 miliar.

Baca Juga
Lihat juga...