Tabur Puja, Bantu Masyarakat Memberdayakan Diri

Editor: Mahadeva WS

195
Ketua Posdaya Bunga Tanjung Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Peran Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) bagi lingkungan kehidupan, tidak terbatas oleh situasi dan kondisi. Baik itu masyarakat yang hidup di lingkungan perkebunan, pertanian, perikanan, pantai, tinggal di pelosok, dan bahkan di lingkungan pabrik, Posdaya mampu menjangkau masyarakat yang kurang mampu.

Posdaya secara ketugasan, menjalankan pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, bertujuan untuk mewujudkan masyarakat dari pra sejahtera menjadi masyarakat yang sejahtera. Artinya, Posdaya perlu menunjang dan mengembangkan ekonomian masyarakat, melalui berbagai bidang usaha.

Khusus untuk pilar ekonomi, Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) dari Yayasan Damandiri, hadir sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Upayanya dilakukan melalui memberikan pinjaman modal usaha, dengan nilai yang tidak akan memberatkan masyarakat.

Hal ini lah yang dijalankan oleh Posdaya Bunga Tanjung, yang berada di Kelurahan Pitameh Tanjung Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, yang berada dilingkungan salah satu pabrik getah di Padang. Posdaya tersebut, melihat cukup banyak kondisi keluarga yang ekonominya lemah. Kondisi yang demikian, terus diupayakan oleh Posdaya Bunga Tanjung, untuk memberikan solusi memperbaiki ekonomi keluarga, melalui membuka usaha.

Ketua Posdaya Bunga Tanjung, Sayu Putu Ratniati mengatakan, Posdaya di daerahnya sudah ada sejak 2014 lalu. Hingga kini, jumlah masyarakat yang telah dibantu melalui pinjaman modal usaha, mendekati angka 100 orang. Mereka merupakan masyarakat yang pada umumnya tidak memiliki usaha, dan kini dengan pinjaman Tabur Puja, usaha-usaha baru bermunculan. “Usaha-usaha baru yang bermunculan itu seperti warung kelontong, kedai kopi, gorengan, dan usaha rumahan lainnya. Hal itu, bisa dikatakan sebagian besar sebagai usaha baru, usaha yang berawal tumbuh dari modal Rp2 juta,” katanya, Selasa (25/9/2018).

Dengan pinjaman awal Tabur Puja Rp2 juta, untuk satu orang yang mengajukan pinjaman modal usaha, secara perlahan-lahan modal itu telah membuka pola pikir masyarakat untuk bisa menghasilkan uang dari usaha yang dijalaninya. Apalagi di Tabur Puja, tidak hanya melepas begitu saja debitur, setelah diberikan pinjaman modal usaha.

Ada pembinaan dari usaha yang dijalaninya. Artinya, pengurus Posdaya bersama Tabur Puja, akan kembali mendatangi masyarakat yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha. Hal itu untuk memastikan kondisi perkembangan usaha yang dijalani.

Secara jumlah, uang Rp2 juta sangat kecil nilainya untuk memulai usaha baru. Namun, jika pandai menentukan usaha yang dijalani, maka modal Rp2 juta cukup ampuh untuk dijadikan usaha yang menjanjikan. “Bisa saja membuka usaha menjual pulsa, kalau menjual pulsa uang Rp500 ribu saja sudah cukup banyak. Untuk itu, kita akan mendorong dan membina masyarakat yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja itu,” jelasnya.

Pinjaman modal usaha Rp2 juta, akan dirasakan ringan, karena disaat membayar pinjaman, dilakukan satu kali dalam sepekan dengan nilai yang telah disepakati. Pembayaran kredit Tabur Puja ini, memiliki cara yang tidak membuat masyarakat atau penikmatnya merasa dibebani hutang pinjaman modal usaha.

Misalnya, dengan meminjam Rp2 juta untuk modal usaha, maka ada istilah dari Tabur Puja, jika usaha yang dijalani sedang masa kurang beruntung, masyarakat yang meminjam, bisa menyampaikan ke Tabur Puja apa yang dialami. Hal itu akan direspon dengan pemberian dispensasi, sebentuk penundaan pembayaran kredit.

“Kita sadar bahwa orang yang kita bantu adalah orang ekonomi lemah. Jadi kita tidak bisa memaksa untuk membayarkan kreditnya. Tapi yang namanya hutang tetap dibayarkan, tapi Tabur Puja tidak seperti rentenir yang memaksa dan bahkan menyita salah aset dari rumah yang merupakan peminjam dana. Kita adalah orang-orang yang ingin membantu orang-orang miskin, bukan menyusahkan mereka,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...