Tabur Puja Padang Siapkan Asuransi Bagi Nasabah

Editor: Koko Triarko

1.438
Manajer Tabur Puja Padang Indra Putra/Foto: M. Noli Hendra
PADANG – Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Kota Padang, Sumatra Barat, memiliki cara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang memanfaatkan pinjaman lunak Tabur Puja. Yaitu, dengan melakukan kerja sama dengan pihak asuransi.
Manajer Tabur Puja Padang, Indra Putra, mengatakan, ada sekira 2.000 anggota Tabur Puja yang akan di-cover oleh lembaga asuransi. Tujuannya, agar anggota Tabur Puja memiliki jaminan, bila terjadi bencana. Apalagi, Kota Padang bisa dikatakan daerah rawan bencana banjir dan longsor, dan terkadang diguncang gempa.
“Saya melihat sangat perlu asuransi itu, karena dalam menjalankan usaha memang soal nasib baik atau buruk tidak bisa ditebak kapan datangnya. Untuk itu, dengan adanya asuransi dalam berusaha, ada pihak yang bisa menanggulanginya,” katanya, Selasa (4/9/2018).
Tentang lembaga asuransi yang akan bekerja sama dengan Tabur Puja, masih terus dibahas, meski ada beberapa lembaga asuransi yang sudah menawari untuk bisa menjamin usaha dari anggota Tabur  Puja.
Menurutnya, sejauh ini dari Tabur Puja, bagi anggota yang mengalami bencana, seperti meninggal dunia akibat kecelakaan, ditimpa bencana, dan lainnya, telah ada kebijakan khusus dari Tabur Puja Padang, untuk meringankan beban ahli waris.
Untuk itu, dengan adanya rencana menjalin kerja sama dengan pihak lembaga asuransi, dapat menjadi penopang bila anggota Tabur Puja mengalami bencana.
Misalnya, dengan adanya pembayaran premi Rp100.000 per orang per tahun ke suatu lembaga asuransi, maka bisa dikatakan satu orang anggota bisa menerima asuransi sebesar Rp10 juta, bila mengalami kerugian usaha yang disebabkan terjadinya bencana.
Ia  menjelaskan, 2.000 anggota Tabur Puja di Padang menjalani berbagai usaha, seperti usaha rumahan, kerajinan, usaha warung kelontong, usaha jasa transportasi, dan usaha kreatif lainnya. Usaha-usaha itu lahir dari tangan-tangan masyarakat yang kurang mampu. Mereka mampu menjalani usaha, juga tidak lepas dari peran pinjaman lunak Tabur  Puja.
Untuk itu, kata Indra, kehadiran Tabur Puja bukan soal bisnis atau soal hitung-hitungan laba rugi. Namun, Tabur Puja merupakan sebuah program kegiatan dari Yayasan Damandiri untuk membantu keluarga prasejahtera, dalam memberikan pinjaman modal usaha. Lebih tepatnya, Tabur Puja merupakan sebuah langkah kepentingan sosial dan memiliki misi mengentaskan kemiskinan.
Alasan Tabur Puja disebut sebagai sebuah pergerakan sosial, karena persyaratan dan proses peminjaman modal usaha tak sesulit di perbankan. Hal inilah yang membuat sejumlah keluarga merasa cukup terbantu dengan adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja.
Sehingga, pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terus bermunculan dan UMKM yang telah jalan pun terus tumbuh dan berkembang.
Ia menyebutkan, sebagai bukti nyata, bahwa Tabur Puja telah ikut memunculkan dan mengembangkan UMKM di Padang maupun di Sumbar, berdasarkan data April 2017, telah ada 1.103 usaha baru yang dimunculkan di Sumbar, berkat adanya Tabur Puja.
“Pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, tidak hanya untuk usaha yang telah jalan. Tetapi, juga diutamakan untuk masyarakat yang ingin membuka usaha baru. Seperti usaha yang kita data itu, yakni 1.103 murni merupakan usaha baru yang muncul, setelah mendapat pinjaman dari Tabur Puja,” katanya.
Menurutnya, hal utama yang menjadi prinsip dalam memberikan pinjaman modal usaha bagi masyarakat yang ingin membuka usaha baru, ialah membantu memberikan masyarakat sebuah pekerjaan. Sehingga dengan terus tumbuhnya pelaku usaha baru, akan beriringan mengentaskan kemiskinan.
Usaha yang dijalani oleh nasabah Tabur Puja, baik itu usaha baru dan usaha yang telah jalan, memiliki usaha yang bermacam-bermacam, mulai usaha perdagangan kecil-kecilan, usaha rumahan seperti membuat kue oleh-oleh, pertanian, peternakan, dan usaha lainnya. Namun, dari semua usaha yang dijalani, memang bergerak di sektor UMKM.
Lihat juga...

Isi komentar yuk