Tabur Puja Pegang Teguh Prinsip Kekeluargaan dalam Setiap Kegiatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

240

YOGYAKARTA — Sebagai sebuah organisasi ekonomi yang digerakkan untuk kepentingan bersama, Koperasi selalu menjalankan setiap kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan dan asas kekeluargaan.

Hal itulah pulalah yang selalu dipegang teguh koperasi unit Tabur Puja kelompok Posdaya Anggrek, dusun Cabeyan Panggungharjo Sewon Bantul yang bergerak dalam bidang simpan pinjam.

Ketua Koperasi Tabur Puja kelompok Posdaya Angrek, Suharno mengatakan, pihaknya tidak mensyaratkan hal-hal rumit sebagaimana di bank dalam memberikan pinjaman. Setiap warga yang tinggal di dusun sekitar, memiliki sebuah usaha, serta mau bertanggung-jawab bisa mendapatkan pinjaman modal usaha.

“Walaupun pinjaman modal Tabur Puja ini tanpa agunan, namun syaratnya tidak rumit. Cukup fotokopi KTP suami istri. Tidak ada survei atau semacamnya. Karena prinsip kita adalah kepercayaan. Apalagi kita kan satu dusun sehingga sudah saling kenal,” katanya.

Prinsip gotong-royong dan kebersamaan koperasi juga diwujudkan dalam kegiatan pemberian pinjaman modal usaha Tabur Puja. Antara lain adalah sistem tanggung renteng yang digunakan dalam proses pembayaran cicilan setiap kelompok. Dengan sistem tanggung renteng ini maka setiap kelompok memiliki tanggungjawab bersama atas pinjaman seluruh anggota.

“Dalam sistem tanggung renteng, misalnya ada salah satu anggota kelompok yang kesulitan membayar cicilan bulanan, maka anggota lain wajib membantunya. Kalau tidak, maka pencairan berikutnya bisa dilakukan. Sehingga selain membantu anggota yang kesulitan, sistem ini juga menguntungkan dan menyehatkan koperasi,” katanya.

Ketua Koperasi Unit Tabur Puja Kelompok Posdaya Anggrek, Suharno. Foto: Jatmika H Kusmargana

Memiliki sekitar 30 anggota, Koperasi Tabur Puja Kelompok Posdaya Anggrek dusun Cabeyan sendiri mampu memberikan pinjaman dengan nominal bervariasi, mulai dari rentang terendah Rp1 juta hingga maksimal Rp5 juta. Besaran pinjaman itu tergantung dari berapa lama serta keteraturan membayar cicilan bulanan setiap anggota.

“Untuk tahun pertama, setiap anggota hanya diberikan alokasi pinjaman modal maksimal Rp1 juta. Setelah memasuki tahun kedua, dan tidak ada masalah pembayaran cicilan, alokasi pinjaman bisa dinaikkan sesuai kemampuan keuangan masing-masing anggota,” ungkapnya.

Meski tidak mau merinci total jumlah alokasi dana modal usaha yang dipinjamkan, Suharno menyebut besaran dana yang digulirkan Koperasi Tabur Puja Kelompok Posdaya Anggrek setiap tahun terus meningkat.

“Setiap tahun terus meningkat. Saat ini besaran angsuran yang kita bayarkan saja sudah mencapai Rp10 juta lebih setiap bulannya,” ungkapnya.

Ditanya soal kendala, Suharno menyebut sejauh ini tidak ada persoalan berarti seperti misalnya tunggakan anggota hingga sampai mengganggu perputaran uang. Hal itu dikarenakan prinsip kepercayaan dan kekeluargaan yang dijalankan seluruh anggota koperasi Tabur Puja.

“Dulu memang ada yang telat dan menunggak. Namun karena memakai sistem tanggung renteng, sekarang sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...