Tabur Puja Posdaya Bunga Tanjung Entaskan Warga dari Kemiskinan

Editor: Koko Triarko

223
Ketua Posdaya Bunga Tanjung, Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra
PADANG – Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang berfungsi untuk mengentaskan kemiskinan di lingkungan masyarakat dengan cakupan daerah yang terbatas, tidak membuat berbagai upaya dalam membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan kesulitan berarti. Sebaliknya, persoalan ekonomi bisa lebih konsisten dientaskan.
Seperti upaya yang dilakukan oleh Posdaya Bunga Tanjung, yang berada di Kelurahan Pitameh Tanjung Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatra Barat. Sejak berjalan cukup lama, dan kini bisa dikatakan anggotanya telah mencapai peringkat sejahtera, dan tidak lagi berada dalam kategori prasejahtera.
Butuh usaha yang besar dan perjalanan yang panjang dilakukan untuk mengangkat status sosial masyarakat setempat. Banyak liku-liku cerita yang dilalui, dan hasilnya kini Posdaya seakan menjadi sebuah tempat naungan diskusi dan silaturahmi.
Wilayah Posdaya Bunga Tanjung ini, jika dilihat secara geografis di Kota Padang, berada dekat dari kawasan pantai dan dikelilingi oleh sejumlah perusahaan pabrik. Namun, tidak serta merta membuat masyarakat setempat memiliki perekonomian yang menjanjikan. Karena sebagian dari masyarakat setempat, tidak bekerja sebagai buruh pabrik.
Ketua Posdaya Bunga Tanjung, Sayu Putu Ratniati, mengungkapkan, perekonomian masyarakat setempat bisa dikatakan masih belum stabil. Hal ini mengingat, meski tinggal di rumah yang secara fisik bangunannya berukuran kecil, namun ekonominya keluarga terbilang cukup bagus.
“Di sini jumlah penduduknya mencapai 300 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besarnya adalah penerima manfaat Tabur Puja, yang terdiri para ibu rumah tangga,” katanya, Sabtu (29/9/2018).
Ia menyebutkan, saat ini semua masyarakat setempat telah berada dalam kategori Keluarga Sejahtera 1 (KS-1), dan tidak ada lagi yang prasejahtera. Hal ini karena Posdaya melalui Tabur Puja, mengutamakan untuk membantu para ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha baru.
“Saya cukup tegas dalam menjalankan Posdaya ini, setiap yang mengajukan pinjaman modal usaha, saya selalu mengingatkan kepada Asisten Kredit (AK) Tabur Puja untuk benar-benar menyetujui setiap pengajuan yang masuk. Alasannya, supaya tepat sasaran saja, dan tidak memberatkan masyarakat yang mengajukan pinjaman tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jika dihitung, nasabah yang kini masih aktif mencapai 85 orang. Sebanyak 34 orang di antaranya pinjaman modal usahanya telah mencapai Rp5 juta. Usaha yang dijalani juga beragam, mulai dari usaha jahitan, warung kelontong, kue kering dan kue basah, serta usaha kerajinan.
Menurutnya, sejak adanya Tabur Puja di Posdaya Bunga Tanjung, sangat terasa dan terlihat geliat usaha-usaha masyarakat setempat. Pekarangan rumah yang selama ini lepas saja, kini dimanfaatkan dengan membuka usaha warung kalontong. Artinya, perekonomian masyarakat tumbuh dengan baik.
“Jadi, ibu-ibu di sini bisa menabung dari hasil usahanya. Karena untuk kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi dari penghasilan sang suami yang bekerja sebagai buruh,” jelasnya.
Keberhasilan Posdaya Bunga Tanjung yang mengangkat status sosial masyarakat setempat, merupakan bentuk peran Posdaya yang terbilang cukup tua di Kota Padang.
Posdaya Bunga Tanjung lebih dahulu ada dari Tabur Puja di Padang. Soal manajemen yang bagus di Posdaya Bunga Tanjung, tidak lepas dari pengalaman berjalannya Posdaya Bunga Tanjung.
Selain Posdaya Bunga Tanjung, juga ada Posdaya Bahagia, yang terbilang cukup lama ada di Kota Padang. Dan, hadirnya Tabur Puja, membuat keberadaan Posdaya kembali bergairah.
Baca Juga
Lihat juga...