Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah

Editor: Koko Triarko

1.364
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yunahar Ilyas. -Foto: Sri Sugiarti.
JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah,  Yunahar Ilyas, mengatakan, Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriyah, adalah momentum untuk muhasabah melakukan evaluasi berdasarkan takwa.
Yunahar pun mengutip ayat Al-Quran, “Ya ayyuhal ladzina amanut taqullaha wa-tandhur nafsum ma qoddamat lighod wattaqullah”, artinya, “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah SWT, setiap orang melihat apa yang sudah dilakukan kemarin untuk esok harinya.”
“Evaluasi diri kita dengan takwa, dalam ayatnya diperintahkan seperti itu. Bukan harta, bukan jabatan, dan popularitas, tapi ukurannya takwa,” kata Yunahar, kepada Cendana News, di Jakarta, Selasa (11/9/2018).
Menurutnya, sangat dalam ayat tersebut diawali dengan perintah takwa dan ditutup dengan perintah takwa. Ayat ini menunjukkan standar atau ukuran, maka evaluasi juga harus ada ukurannya, yakni dalam hal ini ketakwaan.
Menurutnya, takwa itu intinya ada tiga. Yaitu, iman, Islam dan ikhsan. Pertama, kata dia, kita evaluasi iman kita selama satu tahun ini. Apakah meningkat atau menurun, terutama yang paling penting dievaluasi adalah tauhid kita. Masihkah kita satu tahun ini melakukan praktek-praktek kemusrikan?
Kedua, Islam itu ibadah kita sebagai umat. Yakni, jelas dia,  terkait salat, puasa, zakat dan termasuk muamalat saratnya sudah tertib belum sesuai syariat Islam.
Kalau sudah tertib, apakah berjamaah di masjid atau tidak? Kalau sudah berjamaah, apakah efektif mengubah perilaku kita selama ini? Karena orang yang salat itu tidak melakukan perbuatan yang keji dan munkar.
Muamalat dalam kehidupan, lanjut dia, apakah dalam berekonomi sudah menggunakan bank syariah atau belum, begitu juga asuransi syariah dan pembiayaan syariah.
Ada pun ikhsan, jelas dia, adalah akhlak pribadi kita dalam kehidupan, apakah sudah baik atau belum dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Itu semua harus dievaluasi, menyusun tekat semangat baru untuk menempuh Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah.
Dia mengingatkan, sesuatu yang sudah baik kita tingkatkan, sedangkan yang buruk kita perbaiki. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pribadi, tapi juga bagi lembaga dan partai politik,  semua harus melakukan muhasabah.
Mengingat tahun ini berbarengan dengan tahun politik, maka perilaku politik juga harus dievaluasi. Bagi umat pemilih, tentu akan menyadari menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggungjawab. Karena pilihan itu akan menentukan nasib bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan.
“Pilihan itu harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akherat. Sebab itu, jauhi pilihan berdasarkan politik uang,” tegasnya.
PP Muhammadiyah mengingatkan, calon presiden (capres), dan calon wakil presiden (cawapres) harus evaluasi diri dengan jujur. Karena berkompetisi dalam demokrasi itu hal biasa, tampilkan program subtansi. Boleh saja dengan debat, tapi jangan saling menyerang pribadi.
Karena kalau pribadi itu, jelas Yunahar, sudah keluar dari konteknya atau menyimpang dari sunnah, menyimpang dari apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAWdan para sahabatnya. Yakni, kalau pun ada perbedaan itu hanya ikhtilaf perbedaan pendapat, itu tidak masalah. Perbedaan-perbedaan di dalam paham agama selama masih berpegang pada Alquran dan ajaran Rasulullah.
Jadi, menurutnya, semua elemen bangsa termasuk elit politik dalam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah ini harus muhasabah, melakukan evaluasi dan intropeksi diri dalam pengembangan program-programnya.
Misalnya, sebut dia, program-program yang ditawarkan di bidang ekonomi, pendidikan dan agama, itu harus didiskusikan kalau terpilih nanti apa yang akan dilakukan.
Semua janji politik akan dicatat oleh rakyat, dan kemudian akan ditagih manakala mereka menang dalam pesta demokrasi itu. “Janjinya dilaksanakan atau tidak, dunia dan akherat menjadi catatan. Maka, evaluasi dirilah dengan takwa,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), ini berpesan kepada umat dalam momen Tahun Baru Islam ini, harus menjaga kebersamaan, persaudaraan dan saling memaafkan dalam hal yang berbeda dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan.
Lihat juga...

Isi komentar yuk