Tahun Politik, BEI Pertemukan Investor dengan Emiten

Editor: Satmoko Budi Santoso

146

BALIKPAPAN – PT Bursa Efek Indonesia meyakini tahun politik tidak akan berdampak negatif terhadap kondisi pasar. Hal ini disebabkan kondisi keamanan yang relatif stabil, serta kedewasaan masyarakat dalam berpolitik semakin meningkat.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pengembangan Produk Divisi Riset dan Pengembangan PT Bursa Efek Indonsia, Jimmi Charlo, usai pertemuan investor dan calon investor Kalimantan Timur di Balikpapan.

Dia menjelaskan, para investor dapat memanfaatkan peluang masuk ke pasar memanfaatkan harga emiten yang terdiskon.

“Tahun politik bisa membuka peluang bagi investor dengan memanfaatkan pembelian saham emiten lebih murah. Biasanya, sehabis tahun politik, pergerakannya selalu naik,” kata Jimmi Charlo menjawab wartawan.

Kepala Unit Pengembangan Produk Divisi Riset dan Pengembangan PT Bursa Efek Indonsia, Jimmi Charlo – Foto Ferry Cahyanti

Saat ini pergerakan bursa cenderung lebih stabil karena pergerakan rupiah mulai stabil, kebijakan pemerintah yang baik, serta pergerakan investor lokal. “Saat ini bursa saham kita dikuasai investor lokal. Jumlah mereka sekitar 62 persen,” jelasnya usai Investor Summit, Selasa (25/9/2018) sore.

Jimmi Charlo mengatakan, investor lokal semakin aware di pasar bursa, karena melihat return atau keuntungan yang diperoleh salah satu yang terbaik. Kondisi tersebut merupakan sinyal bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap bursa saham semakin membaik.

Ia mengklaim hal itu tak lepas dari peran PT Bursa Efek Indonesia yang secara berkala melakukan edukasi kepada masyarakat. Saat ini terdapat 401 galeri investasi dan lebih dari 30 kantor cabang PT Bursa Efek Indonesia. “Kami melakukan berbagai edukasi, seperti sekolah pasar modal, investor summit, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Untuk diketahui, total jumlah pengunjung acara Investor Summit 2018 di 6 kota telah mencapai 1.527 pengunjung atau melampaui target 1.300 pengunjung. Meskipun telah lampaui target, ajang rangkaian acara paparan publik perusahaan akan terus berlangsung. Ini terus berlanjut dengan Balikpapan sebagai kota tujuan ketujuh.

Ada 4 Perusahaan tercatat menggelar paparan publik di hadapan investor dan calon investor pada Investor Summit 2018 di Balikpapan, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Intraco Penta Tbk.

Sebelumnya, Investor Summit 2018 telah digelar di enam kota dengan rincian total jumlah pengunjung yakni Medan (140 pengunjung), Jakarta (736 pengunjung), Bandung (111 pengunjung), dan Semarang (139 pengunjung). Dua kota lainnya adalah Denpasar (106 pengunjung), dan Surabaya (295 pengunjung).

Menurut Jimmi, tujuan dari penyelenggaraan Investor Summit 2018 adalah menempatkan BEI sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan Perusahaan Tercatat Terpilih serta membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan Perusahaan Tercatat tersebut.

“Tujuan lainnya adalah meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI, dan menumbuhkan likuiditas pasar,” tambah Jimmi.

Sementara itu, keuntungan bagi masyarakat yang mengikuti Investor Summit 2018 adalah dapat secara langsung berdiskusi dengan manajemen terkait, dan mengetahui kondisi perusahaan tercatat, guna memutuskan dalam berinvestasi pada perusahaan dimaksud.

Baca Juga
Lihat juga...