Tak Bisa Dimakan, Berenuk Memiliki Berbagai Manfaat

Editor: Satmoko Budi Santoso

434

JAKARTA – Nama buah Berenuk memang tidaklah populer di masyarakat Indonesia. Karena, buah yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini memang bukanlah buah yang dapat dikonsumsi.

Rasa buah yang pekat dan pahit menjadi alasan mengapa buah ini tidak pernah menjadi penganan sehari-hari.

Berenuk atau Crescentia Cujete ini memang lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pengobatan atau penyokong di sektor pertanian dan energi.

Manager R&D Taman Buah Mekarsari, Dr. Azis Natawijaya, M.Si menyatakan, Berenuk yang memiliki kekuatan pada daun yang tersusun 3 pasang sering dianggap sebagai buah Maja.

Berbagai buah unik koleksi Taman Buah Mekarsari yang dipamerkan di 12th Agrinex Expo 2018 – Foto Ranny Supusepa

“Pohon Berenuk bisa mencapai 10 meter, dengan batang silindris, beralur, memiliki warna putih kehutanan dan daun tersusun majemuk menyirip. Tiap helai daun berbentuk lonjong dengan ujung meruncing sepanjang 10-15 cm. Tangkainya pendek dan bunga tunggal muncul dari cabang atau ranting,” kata Azis, saat menjelaskan ciri fisik Berenuk, Minggu (9/9).

Tampilan buah Berenuk setipe dengan buah Buni, yaitu bulat atau oval berwarna coklat dengan biji berbentuk kotak. Sementara, rasa daging buahnya pekat dan pahit.

“Buah Berenuk yang mengandung saponin, polifenol dan flavanoid ini biasanya digunakan sebagai obat luka. Sementara daunnya bisa digunakan sebagai obat hipertensi. Buah dan bijinya yang diperas dapat dipakai untuk mengobati diare, sakit perut, pilek, bronkitis, asma dan susah buang air kecil,” papar Azis.

Untuk pertanian, Berenuk bisa digunakan untuk mengendalikan hama tikus, kutu daun atau wereng.

“Berenuk yang dihaluskan dan dicampur air dapat disemprotkan pada daun tanaman yang diserang kutu daun atau dicampur dengan umpan tikus yang akan membuat tikus mabuk,” ucap Azis.

Di bidang energi, Berenuk dapat dijadikan alternatif bioenergi, yaitu dikonversi menjadi bio etanol. Sementara di peternakan, ekstrak daun Berenuk digunakan sebagai obat penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

Sejak ditanam di Taman Buah Mekarsari pada 1996, Azis menyampaikan memang tidak pernah menyediakan bibit Berenuk.

“Kami menggunakan bibit Berenuk ini sebagai biopestisida dan hanya untuk koleksi saja. Tidak juga dilakukan pemuliaan pada tanaman ini,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...