Tambahan Bonus Peraih Medali Asian Games Batal Diberikan

Editor: Mahadeva WS

184
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Ratiyono - foto Lina Fitria

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta tidak jadi mengusulkan penambahan bonus, untuk atlet peraih medali di Asian Games 2018. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, penambahan bonus tidak jadi diusulkan pada rapat Banggar (Badan Anggaran). 

Besaran bonus sudah ditetapkan di dalam Keputusan Gubernur No.1203/2018, tentang Satuan Biaya Kegiatan Keolahragaan dan Kepemudaan Serta Penghargaan Prestasi Olahraga dan Pemuda. “Jadi gini, karena kita sudah punya aturan Pergub dan Pergubnya sudah terbit di Agustus pertengahan, mungkin itu yang kita patuhi. Justru kita ingin atlet kita jangan kemudian diguyur bonus yang berlebihan,” ujar Ratiyono, Senin (10/9/2018).

Di dalam Kepgub, besaran bonus atlet peraih medali di tingkat Asia, untuk perorangan, peraih medali emas berhak mendapat bonus Rp300 juta, peraih medali perak Rp150 juta, dan peraih medali perunggu Rp90 juta. “Sudah ada Kepgub, yang mengatur apresiasi penghargaan bagi atlet. Sudah ada besarannya juga yaitu Rp300 juta untuk peraih medali emas, perak Rp150 juta, dan perunggu Rp90 juta,” jelasnya.

Kini, sebagai gantinya, Pemprov DKI akan menanggung pajak dari bonus tersebut. “Dalam rapat banggar ini memang kita akan usulkan supaya pajaknya ditanggung oleh negara, sehingga atlet akan terima bersih, Rp300 juta ya dapat Rp 300 juta,” jelas Ratiyono.

Menurut Ratiyono, banyak pertimbangan yang dibahas, hingga keputusan pembatalan penambahan bonus atlet dilakukan. Alasan pertama, Kepgub yang mengatur tentang bonus sudah keluar. Selain itu, Pemprov DKI ingin menjaga daya juang atlet, agar tidak terlena karena banjir bonus. Atlet-atlet itu juga telah mendapatkan bonus dari pemerintah pusat sebelumnya. “Justru jangan kemudian diguyur bonus yang berlebihan malah jadi enggak nyaman, yang kita dorong adalah fighting spirit-nya,” ujar Ratiyono.

Ratiyono menyebut, besaran bonus atlet dari negara tetangga nilainya lebih kecil dari Indonesia. Bahkan, atlet dari Jepang tidak mendapatkan bonus. “Jepang justru tidak memberikan bonus, karena membela negara adalah suatu kehormatan tiap warga,” tandasnya.

Pemerintah Indonesia sudah memberikan bonus sebesar Rp1,5 miliar. Sementara, Pemerintah Filipina memberi bonus Rp1,6 miliar untuk atlet. Di Hong Kong, bonusnya sebesar Rp3,5 miliar dan di Malaysia bonusnya Rp280 juta. “Kemudian Korea Selatan (bonusnya) bebas wajib militer karena dia sudah membela negara. Mungkin nilainya lebih daripada mengikuti wajib militer, itu penghargaan negara kepada warganya,” ujar Ratiyono.

Atas pertimbangan itu, akhirnya Pemprov DKI tidak jadi menambah bonus atlet. Selain itu, dia mengingatkan bahwa atlet juga sudah mendapat bonus dari pemerintah pusat sampai Rp1,5 miliar.

Sebelumnya, Pemprov DKI berencana mengajukan penambahan bonus untuk atlet berprestasi di Asian Games 2018. Hal tersebut disampaikan Pemprov DKI Jakarta ke DPRD dalam rapat Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2018.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan, bonus akan tetap diberikan. Namun Anies belum mau mengungkapkan kepastian nominal yang akan diberikan. “Iya nanti kita kasih, (nominalnya) surprise,” kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2018).

Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD DKI, M Taufik mengatakan, Pemprov DKI mengusulkan bonus peraih medali emas Asian Games menjadi Rp750 juta dari sebelumnya Rp300 juta.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.