Tamsis Padang Berdayakan Posdaya Tanam Kelor

Editor: Koko Triarko

1.479
PADANG – Tim Hibah Bina Desa Universitas Tamansiswa Padang, melakukan pelatihan pembibitan tanaman kelor melalui bibit biji dan bibit stek, Rabu (5/9/2018). 
Dosen Pembimbing sekaligus Konsultan Posdaya, Zasmeli Suhaemi, mengatakan, kegiatan tersebut kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dalam rangka membudayakan tanaman Kelor di Posdaya Beringin Sakti yang diketuai  Ratna Sari, di Kelurahan Koto Baru nan XX Kecamatan, Lubuk Begalung.
Kegiatan tersebut, diadakan di PAUD Beringin Sakti, dengan mengajak murid PAUD dan wali murid, membudayakan tanaman Kklor sebagai sarana hidup sehat.
“Kelor sebagai Miracle of Tree memang belum membudaya di masyarakat Kota Padang dan Sumatra Barat, bahkan sebagian besar masyarakat menganggap tanaman ini mengandung mistis, sehingga justru dijauhi oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat khususnya anggota Posdaya Beringin Sakti dan wali murid PAUD Beringin Sakti, mulai mengubah anggapan mereka tentang Kelor.
Dari mengkonsumsi kelor, terbukti dapat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit berat, seperti diabetes, asam urat, stroke, mata rabun dan lainnya.
Kegiatan ini bisa berjalan berkat kerja sama Universitas Tamansiswa dengan Ristek Dikti.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memanfaatkan lahan kosong di wilayah Posdaya Beringin Sakti, menjadi lebih memiliki nilai ekonomis.
“Posdaya Beringin Sakti memiliki lahan yang cukup untuk tanaman kelor itu. Jadi, saya pilih posdaya ini untuk dibina,” katanya.
Ia menyebutkan, alasan dipilih kelor, karena tanaman tersebut dinobatkan sebagai tanaman terbaik oleh WHO, dengan manfaat daunnya yang sangat luar biasa.
Tanaman kelor bisa digunakan sebagai tanaman obat, atau dikonsumsi sebagai sayur. Selain itu, tanaman kelor terbukti bisa dijadikan sebagai obat bagi penderita diabet, kolesterol tinggi, darah tinggi,  mata minus atau silindris.
“Kegiatan Hibah Bina Desa merupakan program yang diturunkan dari Kementrian Ristek Dikti, dan diadakan setiap tahun,” ucap perempuan yang juga sebagai Konsultan Posdaya Sumatra Barat, ini.
Ia berharap, dengan adanya program tersebut, anggota Posdaya Beringin Sakti bisa menambah pendapatannya dari hasil pengolahan daun kelor, berupa teh atau obat herbal.
Setidaknya, ada 18 manfaat tanaman kelor untuk kesehatan, sebagai antioksidan, membantu mengobati edema, melindungi hati, membantu mengobati gangguan perut, kesehatan kulit, mencegah diabetes, anti bakteri.
Selanjutnya, tanaman kelor bisa mencegah kanker, melindungi dari penyakit neurodegeneratif, kesehatan tulang, efek imunosupresif, anti alergi, anti jamur, membantu pengobatan hipertensi, kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengobati anemia.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.