Tekan Pengangguran, Kemenaker Pacu Pelatihan

Editor: Satmoko Budi Santoso

189

BEKASI – Kementerian Tenaga Kerja terus mendorong pelatihan kerja bagi masyarakat lulusan SD hingga SMP. Hal ini mengingat penempatan tenaga kerja di sejumlah perusahaan masih mengalami kendala terkait tenaga ahli.

“58 persen dari 133 juta angkatan kerja dari jalur Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ini problem, karena perusahaan perlu skill, lulusan itu tidak bisa memenuhi. Akhirnya, bekerja di sektor informal,” kata Menteri Tenaga Kerja, M. Hanif Dakhiri, saat membuka job fair di BBPLK Cevest, di Kota Bekasi, Rabu (19/9/2018).

Dikatakan Hanif, dulu mau masuk ke BLK terkena syarat umur dan kelulusan (SMA). Tapi sekarang tidak ada syarat kelulusan, siapa saja bisa masuk BLK, sehingga mereka memiliki kesempatan kerja dan wirausaha.

Ribuan pencari kerja serbu job fair di Balai Pengembangan Pelatihan Kerja Luar Negeri Kota Bekasi di GOR Patriot Chandrabaga. Foto: Muhammad Amin

Hanif mengatakan, lapangan kerja setiap tahunnya yang terserap mencapai 2 juta angkatan kerja. Penyerapan dan penempatan kerja melalui job fair, tersebar di semua sektor seperti jasa, manufaktur, perdagangan dan pertanian. Mereka bekerja di perusahaan domestik.

Dalam kesempatan itu, Hanif menambahkan, telah mempersiapkan tenaga kerja untuk meningkatkan akses dan profesionalisme dengan cara pelatihan, sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kita telah membuat kebijakan dan program bernama threeple skilling. Artinya, orang yang tidak memiliki skill mendapatkan program tersebut,” jelas Hanif.

Pemerintah melalui balai besar meningkatkan pelatihan kerja di berbagai bidang kejuruan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja untuk memastikan agar jumlah dari tenaga kerja meningkat dari waktu ke waktu.

Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dengan pemerintah, melalui balai besar pelatihan kerja menjadi sangat penting agar kita bisa terus bekerja sama menurunkan angka pengangguran yang terus menjadi persoalan.

Lebih lanjut dia menegaskan, Kemenaker terus berupaya menekan angka pengangguran.

“Melalui, pelatihan kerja dan fasilitas penempatan tenaga kerja baru,” timpalnya.

Baca Juga
Lihat juga...