Terhindar Karies, Bina Gaya Hidup Sehat Sejak Kecil

Editor: Satmoko Budi Santoso

275
drg. Gema Paramesti di sela-sela kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan sejak dini. Karena penyakit yang dimulai di area gigi dan mulut berpotensi untuk menyebabkan penyakit lain pada tubuh.

Salah satu yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut adalah kandungan gula tersembunyi pada minuman atau makanan. Yang terutama adalah pengaruh gula tersembunyi ini pada penyebab gigi berlubang.

Apa yang dimaksud dengan gula tersembunyi ini? Ini adalah kandungan gula yang secara alamiah ada dalam makanan atau minuman maupun penambahan kadar gula sebagai akibat proses memasak maupun pengolahan.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClindent, MDSc yang ditemui di sela-sela kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 menyebutkan, masalah gigi berlubang atau karies bisa dikaitkan dalam 4 mata rantai yang saling berinteraksi.

“Yaitu host yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisma pada plak, substrat atau asupan makanan atau minuman dan waktu,” katanya, Sabtu (15/9/2018).

Kondisi host dan mikroorganisma memang sangat bergantung pada kondisi alami dan perilaku kesehatan gigi dari masing-masing individu. Namun substrat dan waktu merupakan faktor yang bisa dikendalikan.

“Substrat gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisma di dalam mulut yang menyebabkan kondisi pH mulut menjadi asam, yang mendorong proses karies terjadi,” papar drg. Ratu.

Sementara, faktor waktu berkaitan erat dengan seberapa seringnya seorang individu mengonsumsi gula.

drg. Gema Paramesti menyatakan, 4 mata rantai ini bisa dikendalikan dengan pola makan sehat dan melakukan sikat gigi secara teratur.

“Penting banget anak-anak sejak dini dibiasakan untuk menyikat gigi minimal 2 kali sehari. Yaitu setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Lebih baik lagi jika setiap kali setelah makan, sikat gigi. Atau minimal jika sudah makan atau minum yang mengandung gula, kita kumur-kumur dengan air putih. Jangan makan gula terlalu banyak,” paparnya.

Pemeriksaan secara teratur juga merupakan hal yang harus dilakukan, sehingga bisa terdeteksi jika ada lubang kecil.

“Jika sudah tumbuh gigi, sebaiknya orang tua sudah mulai membiasakan pada anak-anak untuk memeriksakan gigi. Saat besar, anak-anak sudah tidak takut dan tidak malas untuk membersihkan gigi,” ucapnya lebih lanjut.

drg. Gema juga mengingatkan agar melakukan secara benar cara menyikat gigi dan memilih bulu sikat yang halus.

“Yang bener itu kan dari gigi ke gusi, lalu ke gigi lagi. Sehingga gusi tidak terluka. Dan tentunya memilih bulu sikat yang halus. Kalau untuk anak-anak, dipilihkan yang kecil, sehingga bisa menjangkau seluruh area gigi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...