Tingkatkan Retribusi Parkir, Pemkot Balikpapan Diminta Berinovasi

Editor: Mahadeva WS

165
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Hingga semester I/2018, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari restribusi parkir Pemkot Balikpapan, masih belum memenuhi target. Hingga Juli 2018, capaiannya baru terealisasi sebesar Rp2,043 miliar, atau 24 persen dari target.

Untuk memenuhi target itu, Pemerintah Kota Balikpapan disarankan, menggandeng pihak ketiga, dan berinovasi, agar pencapaian retribusi target sesuai dengan target. Pencapaian realisasi retribusi parkir tersebut kini menjadi sorotan anggota DPRD Balikpapan. “Target retribusi parkir pinggir jalan umum tahun ini sebesar Rp8,46 miliar. Sementara realisasi baru 24 persen, inikan masih jauh dari harapan,” kata Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa, Senin (10/9/2018).

Dengan kondisi tersebut, eksekutif, dalam hal ini Dinas Perhubungan, untuk berinovasi ataupun menggandeng pihak ketiga. Peningkatan pendapatan retribusi parkir dibutuhkan, karena APBD 2019 masih dibayangi defisit anggaran hingga Rp68,22 miliar. Sementara dari telaah yang dilakukan, potensi pendapatan dari parkir cukup besar. ”Pemkot atau Dishub sudah saatnya melakukan terobosan, harus ada langkah-langkah yang konkret,” urai Taqwa.

Ada 300 titik potensial untuk dikembangkan, namun pemkot baru mengembangkan 20 persen. “Bayangkan, 300 titik itu, jika sehari menghasilkan Rp500 ribu saja, lalu kalikan selama sebulan, selama setahun, berapa uang yang hilang. Besar kan,” sebutnya.

Taqwa menyebut, Dinas Perhubungan kesulitan untuk menggunakan tenaga perorangan untuk mengelola lahan-lahan parkir yang ada. Pengawasan masuknya dana parkir juga sulit dilakukan. “Tapi kita juga ingatkan, retribusi itu hak pemerintah karena telah memberikan pelayanan jasa kepada pengguna lahan parkir. Pengguna wajib membayar retribusi,” tandasnya.

Untuk itu diharapkan, pemkot harus mulai membenahi sektor parkir dengan melakukan berbagai terobosan.  “Kalau kondisi ini dibiarkan terus-terusan, ya parkir liar bisa jadi makin berkembang dan retribusi parkir jadi bocor lagi,” tutup Muhammad Taqwa.

Baca Juga
Lihat juga...