Tingkatkan SDM, Pemprov NTB Sediakan Beasiswa ke Luar Negeri

Editor: Satmoko Budi Santoso

195
Gubernur NTB, Zulkiflimansyah/Foto: Turmuzi

MATARAM – Upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengirim warga NTB melanjutkan studi ke luar negeri, melalui pemberian beasiswa full kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, usai melepas 21 calon mahasiswa penerima beasiswa dari Pemprov NTB yang hendak menempuh pendidikan strata satu hingga S3, baik di dalam maupun di luar negeri, di kantor Gubernur NTB, Kamis (27/9/2018).

“Beasiswa diberikan full dan untuk tahap pertama, jumlah calon mahasiswa yang diberangkatkan baru 25 orang. Setelah melalui proses seleksi dari total pendaftar sebanyak 400 orang,” kata Zul.

Jumlah tersebut lebih sedikit, karena baru tahap awal, selain memang atas pertimbangan masalah anggaran biaya yang tersedia terbatas.

Kebijakan tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk meyakinkan masyarakat bahwa program tersebut serius. Jangan sampai masyarakat pesimis dulu dengan program tersebut.

“Untuk selanjutnya, setiap tahun Pemprov NTB menargetkan bisa mengirim 1.000 hingga 2.000 anak NTB untuk melanjutkan studi, terutama ke negara Polandia,” terangnya.

Zul meyakini, melalui program tersebut, upaya meningkatkan SDM NTB menjadi lebih baik akan lebih mudah dicapai dan tidak hanya bisa bicara di tataran lokal maupun nasional bahkan bisa internasional.

Calon mahasiswa penerima beasiswa tahap awal yang dikirim Pemprov NTB ke Polandia sekarang, diharapkan juga bisa menjadi inspirasi dan membuka jalan bagi calon penerima beasiswa lainnya.

“Karena itu, kita harus memiliki keyakinan bahwa kita bisa mengubah semua itu. Wartawan juga harus ada yang mewakili, supaya cara memandang mahasiswa terhadap dunia bisa lebih luas dan bagus,” katanya.

Mengenai sumber dana beasiswa sendiri, Zul mengaku, tidak susah mencari beasiswa. Coba bayangkan, ada 1000 hotel dan pelaku usaha bisnis, apa susahnya buat mereka, mengirimkan satu orang anak NTB sekolah. “Kita ajak ngomong baik-baik, pasti mereka mau,” tegasnya.

Mengenai rencana adanya penggunaan APBD, perlu pembuktian dan hasil dulu dari program tersebut, supaya masyarakat bisa melihat ada hasil bagus, baru bicara APBD. Tapi kalau belum ada hasil, nanti anggota dewan juga akan protes.

“Polandia dipilih, karena lebih murah dan aksesnya memang dibuka, kualitas bagus. Bahkan banyak sekolah di negara Eropa lainnya yang juga bagus. Jadi bukan hanya Polandia, ada pula Turki yang justru memberikan sekolah gratis,” paparnya.

Jadi, persepsi tentang sekolah di luar negeri mahal, harus dihilangkan. Harus didobrak.

Dewi, salah satu penerima beasiswa Pemprov NTB mengaku senang, bisa mendapatkan beasiswa full. Tidak perlu lagi memikirkan masalah biaya untuk melanjutkan studi di luar negeri.

“Senang sekali, karena dari dulu memang bermimpi bisa melanjutkan studi S2 komunikasi di luar negeri,” akunya.

Ia juga mengaku bersyukur, bisa terpilih sebagai penerima beasiswa, mengingat ketatnya persaingan, jumlah pendaftar mencapai 400 orang.

Baca Juga
Lihat juga...