TMII Beri Penghargaan Atlet Pencak Silat Peraih Medali Emas

Editor: Koko Triarko

1.741
JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII), memberikan penghargaan kepada Puspa Arumsari atau Dara, atlet pencak silat peraih medali emas Asian Games 2018. 
Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo, mengatakan, penghargaan diberikan kepada Puspa, karena dia adalah atlet pencak silat binaan TMII. Dari sekian banyak perguruan pencak silat yang ada di Padepokan Pencak Silat TMII, adalah perguruan “Persaudaraan Setia Hati Teratai” yang dibina TMII sejak 2004.
“Dara adalah atlet pencak silat binaan TMII. Alhamdulillah, dia telah mengharumkan Indonesia. Jadi, kami berikan dia penghargaan ini bukan tiba-tiba, tetapi ada hubungan emosional antara TMII dengan Dara,” kata Tanri, saat memberikan penghargaan sebuah sepeda motor kepada Puspa di ruang perpustakaan TMII, Jakarta, Senin (3/9/2018).
Menurut Tanri, visi TMII adalah melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia. Di TMII ini, tampil 34 provinsi yang menggambarkan adat istiadat yang ada di daerahnya.
Dan, pencak silat ini, kata Tanri, adalah salah satu budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan. Untuk itu, TMII bertanggunjawab untuk mestarikan budaya bangsa ini dengan melakukan pembinaan kepada para altet pencak silat “Persaudaraan Setia Hati Teratai”.
Puspa Arumsari, atlet pencak silat peraih medali emas Asian Games 2018 berlaga di ruangan perpustakaan TMII, Jakarta, Senin (3/9/2018). -Foto: Sri Sugiarti.
Apalagi, sebut dia, seluruh pengurus perguruan pencak silat ini adalah karyawan TMII. Bahkan, Puspa Arumsari adalah anak mantan karyawan Anjungan Jambi, yang sudah pensiun.
Masa kecil Dara berada di lingkungan TMII, yakni tinggal di Padepokan atau perumahaan karyawan TMII, bersama kedua orang tuanya. Dara berlatih pencak silat di perguruan tersebut sejak SD, dengan pelatihnya adalah Diono, Koordinator Unit-Unit Usaha TMII.
“Seluruh pengurusnya orang TMII, contohnya Pak Diono, ini. Jadi, tidak pernah lepas pencak silat dengan TMII,” tukas Tanri.
Dia menyebutkan, Dara telah sukses menorehkan prestasi di cabang olah raga seni pencak silat ini. Yakni, mulai kejuaraan tingkat DKI, nasional, dunia, Sea Games dan Asian Games 2018.
Dara adalah peraih medali emas pertama di nomor kategori seni pencak silat tunggal putri. Asian Games 2018, Indonesia meraih urutan ke-4 dunia. Prestasi ini, kata Tanri, berkat cabang olah raga pencak silat yang berhasil memperoleh 14 medali emas. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, dan diharapkan pencak silat bisa tampil di Olympiade 2032.
Bahkan, kata dia, Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, mengupayakan dengan dukungannya pencak silat Indonesia bisa masuk Olimpade 2032. Bahkan, kata Tanri,  menurut  presiden olimpiade international dimungkinkan Indonesia sebagai penyelenggara Olimpade 2023.
Pencak silat sebagai budaya bangsa, maka Tanri pun berharap generasi muda mencintai cabang olah raga tradisi ini. Menurutnya, sebagai anak bangsa harus bangga dengan pencak silat, bukan dengan olah raga bela diri dari negara lain.
TMII, jelas dia, akan terus mendukung para atlet yang bergabung dengan perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai yang merupakan keluarga besar TMII. Juga akan merangkul generasi muda dari luar TMII untuk bergabung di perguruan silat binaan TMII.
Sehingga, tambah dia, setiap kali ada festival pencak silat yang diadakan TMII bisa ikut serta. Tahun lalu, ada 35 perguruan yang ikut memeriahkan festival pencak silat TMII.
Pada kesempatan ini, Tanri mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi sarana dan prasarana lebih baik lagi bagi perguruan pencak silat ini. Mengingat keberadaan perguruan ini sudah 10 tahun lebih di TMII.
“Terkait fasilitas, kita akan bicarakan lebih lanjut. Kita harapkan banyak yang mencintai pencak silat,” ujarnya.
Tanri juga berharap, pencak silat bisa diterima sebagai olah raga bela diri asli Indonesia, bukan kemudian membanggakan budaya dari luar.
Dengan meraih 14 medali emas, dia berharap bisa membuka mata semua orang, bahwa pencak silat adalah salah satu bela diri yang populer di Indonesia.
Tanri berpesan pada pelatih dan Dara, jangan merasa puas, karena harus terus berjuang melestarikan budaya pencak silat asli Indonesia ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pelatih Persaudaraan Setia Hati Teratai, semoga prestasi ini membawa berkah untuk TMII. Tapi tentunya, kita jangan merasa puas, karena perjuangan masih panjang,” ungkapnya.
Dia juga mengimbau, agar pemerintah memperhatikan cabang olah raga asli Indonesia ini dengan lebih serius. Karena, sangatlah sulit mengatur dan membina para atlet itu tentu diperlukan dukungan mental dan anggaran.
Pada kesempatan ini, Dara mengucapkan terima kasih kepada manajemen TMII yang telah memberikan apresiasi atas prestasinya tersebut.
“Alhandilillah, saya dapat apresiasi ini, terima kasih TMII. Semoga ke depan akan lahir Dara-Dara yang akan datang,” ujar Dara.
Dia mengaku, sejak kelas lima SD sudah berlatih pencak silat di TMII. Dengan rutin berlatih hingga bisa menebar prestasi di berbagai kejuaraan nasional maupun dunia.
“Alhamdulillah, Asian Games 2018, saya meraih medali emas. Target kami bisa tampil di olimpiade di Tokyo, pencak silat masuk jadi cabang olah raga excibition,” ujarnya.
Sejak pertama berlatih silat di TMII, Dara selalu nyaman meskipun berlatihnya di atas tanah. Hingga kemudian seiring waktu berlatihnya di atas matras.
Menurutnya, dalam berlatih yang terpenting adalah niatnya, bukan sarana prasarananya. Karena dalam kondisi apa pun, kalau niatnya sungguh-sungguh akan berbuah prestasi.
Namun demikian, Dara berharap ke depan memang fasilitas berlatih lebih baik lagi, agar generasi penerusnya bisa lebih nyaman saat latihan pencak silat di TMII.
Baca Juga
Lihat juga...