TMII Gelar Parade Musik Daerah ke-7

Editor: Mahadeva WS

284

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menggelar Parade Musik Daerah ke 7, Tahun 2018. Acara diikuti 18 peserta, dari seluruh Indonesia di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Jawa Tengah menampilkan  karya Geyer, yang dalam istilah Bahasa Bayumas berarti Kawin. Adapun Kawin yang dimaksud adalah, mengabungkan berbagai unsur garapan, atau teknik musik tradisi yang ada di daerah Bayumas Raya. Karya Geyer merupakan karya reinterepasi musik.

Pertunjukannya mewakili ide penata musik, untuk memberikan inovasi sajian musik calung yang lebih kekinian. Harapannya, tampilan tersebut dapat memotivasi kalangan muda untuk lebih mengandrungi musik tradisi calung. “Geyer dalam istilah bahasa Bayumas berarti kawin ini bukan seperti lazimnya dalam kehidupan manusia. Tapi yang dimaksud mengkolaborasikan unsur garap yang ada di daerah Bayumas Raya hingga tercipta harmonisasi musik yang indah,” kata Kepala Anjungan Jawa Tengah, Khamirun.

Manajer Program Budaya TMII, Eltris Yulia Manikan. Foto : Sri Sugiarti.

Manajer Program Budaya TMII, Eltris Yulia Manikan mengatakan, TMII merupakan salah satu wadah untuk pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Salah satu khazanah budaya bangsa adalah musik daerah. TMII secara rutin setiap tahun menggelar parade musik daerah. Penyelenggaraan kali ini menjadi acara ke-7.

Adapun tujuan digelarnya parade, untuk menggali potensi kebudayaan daerah, ditampilkan dalam ajang berskala nasional di TMII. Hal tersebut diharapkan bisa membawa musik tradisi menjadi lebih dikenal masyarakat, terkhusus generasi muda. “Penampil dalam parade musik daerah adalah, generasi muda. Yang menjadi wujud modernisasi zaman para seniman daerah, yang memiliki potensi dalam pelestarian musik tradisi. Sehingga mereka mampu mewakili atau menjadi duta seni untuk menumbuh kembangkan potensi budaya daerahnya,” jelasnya.

Kesenian disebutnya, tidak statis dan selalu berkelanjutan. Keberadaanya terakomodir menjadi tradisi karya-karya seni yang sesuai dengan imajinasi para seniman. “Musik daerah ini berangkat dari ide dan gagasan alat musik tradisional warisan budaya nenek moyang, yang sepatutnya dilestarikan,” ujarnya.

TMII akan terus mendorong pemerintah daerah untuk turut serta dalam ajang tersebut. Tahun depan, peserta yang dihadirkan bisa meningkat dari jumlah. Diharapkan setiap provinsi dapat menampilkan jati diri daerahnya lewat gelaran musik tradisi ini.

Baca Juga
Lihat juga...