TMII Gelar Peringatan Malam 1 Suro

Editor: Mahadeva WS

1.574

JAKARTA – Memeriahkan malam Tahun Baru Islam 1440 Hijriah atau malam 1 Suro, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Kenduri dan Kirab Agung 1 Suro. Kegiatan digelar di Pendopo Sasono Agung TMII, Jakarta, Senin (10/9/2018) malam.

Sri Wiguti, yang mewakili Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sri Hartini mengatakan, Kenduri dan Kirab Pusaka 1 Suro menjadi media untuk memohon kepada  Tuhan Yang Maha Esa, agar bangsa ini diberikan ketentraman, kedamaian, keselamatan, serta kesejahteraan, menuju Indonesia yang maju, meskipun dalam bingkai perbedaan.

Malam 1 Suro menjadi malam istimewa bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia. “Tradisi 1 Suro menjunjung tinggi nilai budaya. Peringatan ini, sangat ditunggu karena bagian dari pelestarian nilai budaya,” ujarnya di sela-sela acara kirab.

1 Suro merupakan momentum yang tepat, untuk menyelesaikan masalah kebangsaan dan negara, untuk mewujudkan ketentraman dan kedamaian nasional. Pada kesempatan tersebut, TMII sebagai sebuah lembaga pemerhati kebudayaan, konsisten memfasilitasi pelaksanaan peringatan 1 Suro setiap tahunnya.

Peringatan 1 Suro ini semakin meriah dan diikuti para penghayat kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan regulasi dari pemerintah, yang diimplementasikan dari UU No.5/2007, tentang kemajuan kebudayaan. Pemerintah mengakui dan memelihara perbedaan suku, bangsa, ras, agama dan kepercayaan. Aturan tersebut, juga diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konstutisi (MK) No.97/XIV/2016, yang semakin memperjelas pengakuan negara bagi eksistensi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sri berharap, Kenduri dan Kirab Pusaka 1 Suro ini menjadi kekuatan budaya tradisi bagi para penghayat kepercayaan. “Penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kiranya tidak ragu menunjukkan jati dirinya. Karena kebebasan keyakinan adalah hak manusia yang dilindungi oleh negara,” tandasnya.

Direktur Operasional dan Pengembangan TMII, Maulana Cholid pada perayaan 1 Suro di Pendopo Sasono Utomo TMII, Jakarta, Senin (10/9/2018) malam. Sri Sugiarti.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Pengembangan TMII, Maulana Cholid mengatakan, peringatan 1 Suro harus dilestarikan. Karena malam 1 Suro memiliki makna perenungan, dan instropeksi diri serta menegakkan kesatuan bangsa dan negara.

Sebagai wahana kerukunan umat beragama, TMII sudah semestinya memberikan tempat bagi para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. “Peringatan malam 1 Suro adalah tradisi, warisan leluhur nenek moyang yang harus dikembangkan dan lestarikan,” ucapnya.

Pada peringatan malam 1 Suro, TMII mengelar sejumlah pergelaran budaya, seperti pagelaran wayang lulit semalam suntuk, festival dalang cilik dan dalang muda yang akan digelar pada 20-23 Septemer 2018 di Candi Bentar TMII.

Baca Juga
Lihat juga...