Tunggakan Iuran Peserta BPJS Kesehatan di Jember Capai Rp16 Miliyar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

198

JEMBER — Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jember Tanya Rahayu menyebutkan, tunggakan iuran peserta terhitung dari Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 16 Miliyar. Sebagian besar berasal dari kepesertaan mandiri yang belum membayar preminya dari seluruh kelas.

Tidak hanya itu, kepesertaan BPJS Kesehatan di Jember masih 1,6 juta dari total penduduk 2,55 juta jiwa dan yang mandiri masih sedikit, yakni 96.846 jiwa.

“Ini juga terbentur kesadaran untuk gotong royong yang masih rendah,” tutur Tanya Rahayu kepada Cendana News di Jember, Jumat (28//9/2018).

Disebutkan, kendala tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) karena pada Januari nanti, BPJS Kesehatan menargetkan Jember Universal Health Coverage (UHC).

“Pemerintah sebenarnya sudah berusaha meningkatkan kepesertaan BPJS lewat program JKN yang membiayai 40 persen dari total jumlah penduduk. Pemerintah Daerah juga sudah mengeluarkan APBD yang membiayai 10 persen dari total penduduk,” katanya.

Tanya berharap disisa tahun 2018 ini, masyarakat sadar bahwa asuransi kesehatan sangat penting. Bahkan, tidak perlu menunggu sakit kronis untuk mengunjungi dokter.

“Saya harap kebiasaan ini dihilangkan. Karena kekuatan kita hanya pada kesadaran bergotong royong,” ujarnya.

Lebih lanjut Tanya mengatakan, pada level nasional, BPJS memang mengalami defisit anggaran. Sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya tunggakan di beberapa Rumah Sakit (RS) di Jember.

“Kita menunggu dari pusat, jika belum ada maka belum bisa kita bayarkan,” jelasnya.

Tanya juga menjelaskan, dalam perjanjian kerja sama dengan rumah sakit, untuk menyelesaikan persoalan tersebut BPJS diberi tenggat waktu 15 hari dari jatuh tempo pembayaran klaim. Jika pembayaranya telat dikenai denda 1 persen dari total klaim yang dibayarkan.

“Di Jember, ada 10 RS yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Seperti orang bayar angsuran itu kalau terlambat kan ada denda,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...