Tutut Soeharto: Nasehat Bapak Selalu Melekat di Hati

Editor: Mahadeva WS

672

JAKARTA – Keluarga Cendana, menggelar haul ke-11 wafatnya Presiden ke-2 Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto. Doa dikirim dengan melantunkan Surat Yasin dan doa bersama di Jalan Cendana No.8, Menteng, Jakarta Pusat.

Pak Harto wafat pada 27 Januari 2008, bertepatan dengan 18 Muharam 1429 Hijriah. Haul diperingati pada Kamis (27/9/2018) karena dalam perhitungan kalender Hijriah, Kamis malam sudah memasuki 18 Muharam 1440 Hijriah.

“Tidak terasa ternyata sudah 11 tahun, Beliau wafat. Dan selama itu nasehat-nasehat Bapak tetap melekat di hati kami anak-anaknya. Inshaallah kami bisa terus menjalankan apa yang disarankan oleh Bapak, yakni selalu hidup rukun menjaga keharmonisan rumah tangga, keluarga dan saudara,” ujar Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto kepada Cendana News, usai doa bersama.

Siti Hardiyati Rukmana atau Tutut Soeharto. bersama dengan para tamu – Foto : Sri Sugiarti

Pesan Pak Harto yang selalu diingat Tutut adalah, sabar dan tidak boleh dendam. Pesan tersebut selalu disampaikan Pak Harto kepada anak-anak dalam setiap kesempatan. “Itu disetiap kesempatan, Bapak berpesan sabar dan jangan dendam. Karena kalau dendam nggak akan ada habisnya,” kata Mbak Tutut.

Mbak Tutut menyebut, yang dimaksud dari pesan tersebut adalah, saling membalas karena sakit hati. “Kita bales kepada orang yang kita dendami. Dia pun merasa tidak terima, maka membales lagi, sikap ini akan terus berlanjut. Bapak berpesan, jangan dendam serahkan saja pada Allah SWT, dan memohon agar selalu diberikan kesabaran,” ucap Mbak Tutut mengingat pesan Pak Harto.

Makna sabar bagi Pak Harto, yang selalu diingatkan kepada anak-anaknya adalah, sabar itu kunci dari segala-galanya. Sabar itu akan menenangkan jiwa dan pikiran, kalau bicara apapun pasti akan terarah tidak ngawur. Dan bisa berpikir secara jernih. Pesan lainya adalah, harus memperhatikan masyarakat, agar bisa hidup makmur dan sejahtera. Pak Harto sudah membuat yayasan, anak-anaknya dipesan agar menjaga yayasan tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk membantu masyarakat, dari kemiskinan.

“Walaupun kita tidak bisa membantu sebesar mungkin, tapi setidak-tidaknya meringankan beban mereka, dari agar kehidupannya tidak sulit,” tandas putri sulung Presiden Soeharto tersebut.

Untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia, Pak Harto juga selalu mengingatkan, Tuhan tidak tidur dan akan kembali membangkitkan Indonesia menjadi negara yang jaya. “Bapak selalu mengingatkan kami, bahwa Allah nggak sare (tidur), suatu saat nanti Indonesia akan mengalami kejayaan. Tapi jangan lupa berdoa mohon pada Allah SWT, untuk kejayaan Indonesia. Inshaallah, Allah SWT akan memberikan kebaikan bagi bangsa dan negara. Itu pesan Bapak,” ungkap Mbak Tutut.

Kalau sekarang Indonesia terpuruk, istri Indra Rukmana ini mengingatkan, setiap elemen bangsa harus bersinergi, berbuat sebaik-baiknya untuk bangsa dan negara. Menurutnya, apa yang bisa dilakukan untuk bangsa, negara dan masyarakat, harus dikerjakan sebaik mungkin tanpa pamrih.

Baca Juga
Lihat juga...