‘Udah Putusin Aja!’, Film Bernuansa Dakwah untuk Anak Muda

Editor: Koko Triarko

387
JAKARTA – Setiap orang tua tentu menginginkan hal terbaik bagi anaknya. Bahkan, tak segan melarang anaknya pacaran, karena masih sekolah. Demikian yang mengemuka dari film ‘Udah Putusin Aja!’, sebuah film yang diadaptasi dari buku berjudul sama, karya Ustad Felix Siauw, yang dengan tegas mengkritik gaya pacaran anak muda zaman sekarang.
Film ini dibuka dengan adegan kocak Amanda (Audi Marissa) yang pulang malam-malam dari clubbing. Amanda mengendap-ngendap, agar kepulangannya tidak diketahui ayahnya (Arie Untung), tapi justru menendang bak sampah dan memecahkan lampu. Ayahnya pun bangun, karena mengira ada maling masuk ke dalam rumah.
Mendengar suara sesuatu jatuh dekat kamar Amanda, sang ayah buru-buru masuk ke kamar Amanda, tapi ternyata tidak ada apa-apa, dan mendapati Amanda tampak tidur nyenyak. Padahal, Amanda hanya berpura-pura tidur, dengan masih memakai sepatu kets.
Sepintas, Amanda dapat mengelabui ayahnya, tapi ternyata ayahnya mengetahui dirinya yang mengendap-ngendap pulang malam-malam.
Sang ayah sangat marah pada Amanda yang keluyuran malam-malam dan lebih marah lagi mendapati test pack, alat untuk mengukur kehamilan, ada pada tasnya Amanda. Agar ayahnya tidak marah-marah lagi, Amanda meminta malam itu juga, Kinan, temannya datang ke rumahnya untuk menerangkan, bahwa test pack itu milik Kinan yang memang ternyata hamil di luar nikah.
Besoknya, sang ayah mendatangi sekolah Amanda dan meminta Bu Jasmin, Kepala Sekolah (Aty Fathiyah), agar Amanda dipisahkan kelasnya dengan Kinan demi untuk mencegah pergaulan yang tidak baik. Hal itu membuat Amanda kaget, karena harus dipisahkan kelasnya dengan Kinan, tapi ternyata akibat hamil Kinan menulis surat memundurkan diri dari sekolah.
Pada saat sang ayah masih di sekolah, Faraz (Elyzia Mulachela), melaporkan tentang rencana sekolah akan mengadakan pesantren kilat dan sang ayah memaksa Amanda untuk ikut acara pesantren kilat itu, agar mendapat bimbingan dari guru agama dan bisa memperbaiki perilaku buruk Amanda yang suka clubbing dan keluyuran malam-malam.
Amanda terpaksa ikut pesantren kilat dan mengajak serta Rendy (Billy Davidson), untuk menemaninya. Karena Rendy memang suka pada Amanda, Rendy pun mau menemaninya. Bahkan, Rendy mengajak juga Mocil (Rizky Mocil). Ketiganya memang sahabat dekat.
Pada saat pesantren kilat berlangsung, Amanda berulangkali mengajak Rendy dan Mocil untuk kabur, tapi tak berhasil. Hal itu karena Faraz yang tampaknya selalu menggagalkannya.
Amanda kesal pada Faraz, dan mencoba untuk balas dendam. Ketika mengetahui kalau Faraz tampak ada tanda-tanda hamil, Amanda semakin ingin mempermalukan Faraz di hadapan teman-teman sekolahnya yang ikut pesantren kilat.
Faraz tipe cantik, berjilbab, alim, anggun, tapi kok hamil? Hal itu diketahui Amanda yang kemudian memergokinya sedang memeriksakan kehamilannya di klinik kebidanan. Amanda merekam Faraz saat memeriksa kehamilannya dan meng-uploud di sosmed, sehingga kemudian semua orang langsung mem-bully Faraz, gara-gara Amanda memposting video Faraz masuk ke klinik.
Faraz diam saja terhadap segala hal yang dilakukan Amanda. Tapi semakin lama, semakin terganggu. Apalagi ketika kehamilannya membuat para orang tua murid, protes.
Bu Jasmin, Kepala Sekolah, tidak mengeluarkan Faraz, seperti waktu sahabat Kinan, hamil. Amanda semakin kesal, karena merasa tidak adil. Dia tidak diizinkan ayahnya untuk pacaran dengan Randy. Dia malah dihukum untuk ikut pesantren kilat. Amanda kemudian menemukan fakta baru: Faraz sudah menikah. Amanda semakin geregetan dan gemas.
Film ini seru dan lucu. Sebuah film yang sarat pesan, tapi melalui adegan film yang membuat pesan itu tidak terkesan menggurui. Rolly Subhandani sebagai sutradara mengemas film yang diadaptasi dari buku berjudul sama, karya Ustad Felix Siauw dengan baik. Sebuah film yang bisa dikatakan film dakwah, tapi dengan penyampaian yang halus sekali. Penulisan skenario ditangani Lintang Pramudya dengan sangat baik. Alur ceritanya mengalir lancar.
Akting Audi Marissa bagus sekali dalam memerankan karakter Amanda dengan segala kenakalan dan keusilannya. Audi termasuk artis yang jarang membintangi film, tapi sekali membintangi film aktingnya bagus sekali. Sebelumnya, Audi berakting dalam film Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets (2009).
Begitu juga dengan akting Billy Davidson, aktor ganteng, yang memerankan karakter Rendy dengan baik sekali. Billy termasuk aktor pendatang baru yang penuh harapan.
Elyzia Mulachela yang banyak main film tampak pembawaannya tenang dalam memerankan karakter Faraz dengan sangat baik. Karakter yang dilakoninya bukan peran utama, tapi pesona dan auranya mampu mencuri perhatian penonton.
Ada pun para pemeran pendukung, seperti Rizky Mocil, Fita Anggriani, AA Jimmy, Aty Fathiyah dan Arie Untung, memperkuat film ini. Mereka memerankan karakternya masing-masing dengan cukup baik.
Film produksi Max Pictures bisa dibilang sederhana, tapi mengena pada pesan moral yang disampaikan mengkritik gaya pacaran anak muda zaman sekarang. Ustad Felix Siauw memang awalnya sebagai dakwah. Tapi film dakwah yang tak biasanya bertaburan ayat. Film ini meski terdapat kisah tentang pesantren kilat, tapi menjadi universal karena utamanya mengkritik gaya pacaran anak muda zaman sekarang pada umumnya.
Sebuah kritik yang tak kesan menggurui, tentu lebih menyentuh pada kesadaran anak muda zaman sekarang, agar tidak salah pergaulan yang bisa berakibat fatal.
Baca Juga
Lihat juga...