‘Udah Putusin Aja’, Film Remaja Tanpa Bertabur Ayat

Editor: Makmun Hidayat

172
Ody Mulya Hidayat, produser Max Pictures - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Ody Mulya Hidayat termasuk produser bertangan dingin. Buku-buku best seller yang diproduserinya menjadi film rata-rata laris box office. Seperti di antaranya, 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Assalamualaikum Beijing (2014), Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015), hingga Dilan (2017).

Di bawah bendera PH Max Pictures, kini Ody memproduseri film ‘Udah Putusin Aja’. Sebuah film yang diangkat dari buku best seller berjudul sama karya Felix Siauw.

“Awalnya saya ambil buku ini akan difilmkan pada waktu itu bukunya sudah banyak dibicarakan orang,” kata Ody Mulya Hidayat, produser Max Pictures, seusai special screening film ‘Udah Putusin Aja’ di Kemang Village XXI, Lippo Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (2/9/2018).

Sewaktu ketemu dengan Felix Siauw, Ody mengaku masih bingung bagian mana yang bisa untuk diangkat ke dalam film.

“Karena buku tersebut berisi kumpulan cerita tentang orang-orang mengalami banyak masalah dan banyak peristiwa yang dramatik yang menurut saya enak diangkat, hanya saja dari sisi mana,” ungkapnya.

Ody membeberkan dirinya kemudian merangkum isi cerita dalam buku tersebut dalam dua, yaitu orang yang memang pacaran beneran dan orang yang pacaran yang tidak benar.

“Ada yang menyesal, ada yang memang menjaga hubungan tapi tidak jadi, yang kita kembangkan, ada dua sisi yang saling berseberangan tapi ada satu tokoh yang menetralkan ini, di tengah-tengah, tidak ke kiri dan tidak ke kanan, setelah itu kita kembangkan,” paparnya.

Menurut Ody, buku tersebut adalah buku agama yang mengangkat berbagai macam peristwa dari kisah kehidupan nyata tentang orang-orang yang mengalami problem saat pacaran, kemudian saran tegas dari Felix Siauw, ‘Udah Putusin Aja’ yang jadi judul bukunya.

“Begitu akan difilmkan, problem pertama adalah jalan cerita karena tidak mungkin seluruh cerita dalam buku tersebut menjadi film,” ujarnya.

Dalam buku tersebut, kata Ody, ada semuanya, tapi diambil intisarinya. “Pada dasarnya sama, hanya ceritanya dipilah-pilih,” tegasnya.

Ody menyebut cerita dalam buku tersebut termasuk anti-mainstrem. Ketika valentine mengajarkan orang-orang untuk jadian berpacaran, buku ini justru menyuruh untuk tidak jadian, bahkan dengan tegas menyarankan putusan saja.

Dalam valentine, kata Ody, pacaran seolah menjadi pintu pembuka untuk melakukan apapun. “Pada saat valentine, kita melakukan riset, ternyata penjualan kondom naik 300 persen bukan hanya yang beli dari pasangan yang sudah sah menjadi pasangan suami-istri, tapi juga anak-anak remaja,” paparnya.

Ody menyampaikan bahwa buku ‘Udah Putusin Aja’ sebenarnya untuk menutup pintu itu. “Ini film remaja yang kita angkat tema cinta yang universal dan tidak ada satupun menyebut ayat, karena kita tidak ingin membuat film dakwah yang bertaburan ayat-ayat, tentu tetap ada misinya, jaga kehormatanmu, raih kemuliaanmu,” tandasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk