UKM di Solo Diharap Manfaatkan KUR

198
Ilustrasi - Aktivitas UMKM -Dok: CDN
JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM, ingin agar lebih banyak pelaku koperasi dan UKM di Solo sebagai salah satu ‘kantong’ UKM terbanyak di Indonesia, untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kita harapkan melalui sosialisasi yang lebih lagi, informasi yang berkaitan dengan KUR bisa semakin meluas ke seluruh daerah, terutama Solo,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati, di Jakarta, Senin (10/9/2018).
Pihaknya bersama-sama dengan bank penyalur KUR, perusahaan penjamin, serta Pemerintah Daerah melakukan kegiatan sosialisasi di berbagai daerah, dalam upaya mendorong percepatan realisasi KUR, termasuk salah satunya di Solo.
Solo sebagai salah satu kota dengan jumlah pelaku UKM yang banyak, menjadi daerah sasaran bagi kegiatan sosialisasi Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan Dinas KUKM Kota Surakarta.
Pada sosialisasi itu, juga diserahkan KUR kepada 10 debitur dari 5 bank penyalur, yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BRI Syariah, dan Bank Jateng.
Yuana menyampaikan, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan penyaluran KUR di Kota Surakarta, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
“Upaya percepatan penyaluran KUR yang dilakukan pemerintah, didorong salah satunya melalui penyebaran informasi dalam bentuk sosialisasi percepatan penyaluran KUR ke seluruh daerah,” katanya.
Total penyaluran KUR pada 2018 sampai dengan 31 Juli 2018, yakni sebesar Rp76,18 triliun kepada 2.893.776 debitur. Realisasi penyaluran terbesar ada di Provinsi Jawa Tengah, mencapai sebesar Rp13,93 triliun dan 620.501 debitur.
Yuana mengatakan, sejak diluncurkan KUR pada 2007 hingga 2018, pemerintah terus menunjukkan keberpihakan kepada usaha mikro, kecil dan menegah salah satunya melalui penambahan alokasi KUR.
“Terbukti dari target alokasi penyaluran KUR yang bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun, yang sebelumnya pada 2017 sebesar Rp110 triliun,” katanya.
Dalam rangka mendorong percepatan realisasi penyaluran KUR, pemerintah juga melakukan berbagai upaya, di antaranya dengan menambah bank penyalur KUR, menambah perusahaan penjamin KUR, dan mengikutsertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank dan koperasi sebagai penyalur KUR.
Penyalur KUR yang pada 2015 berjumlah tujuh bank, pada 2018 bertambah menjadi sebanyak 41 penyalur KUR, yang telah mendapat rekomendasi OJK dan Kemenkop UKM, terdiri dari 35 bank, 4 Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan 2 koperasi.
Sedangkan pihak yang sudah mengadakan Perjanjian Kerja sama Pembiayaan dengan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) subsidi KUR sebanyak 38 penyalur. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...