Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Uji Coba

Editor: Mahadeva WS

383

DENPASAR – Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai mulai diujicobakan penggunaanya mulai Senin (10/9/2018). Tercatat, pembangunannya sudah dimulai apda 26 September 2017 lalu.

Underpass sepanjang 912 meter tersebut, saat ini pengerjaan fisiknya telah usai. Dan karena pembukaannya masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, uji coba yang dilakukan hanya dengan membuka untuk operasional lalulintas selama 30 menit.

Direncanakan, Rabu (12/9/2018) lusa, akan dilangsungkan upacara Melaspas, sebagai ucapan syukur untuk keselamatan bagi semua. “Tanggal 12 ada upacara Melaspas, untuk sementara peresmian masih tentatif. Harapan kami dengan survey ini sebagai dasar kelayakan fungsi jalan ini, agar pada saat peresmian, bisa secepatnya usai Melaspas,” ucap Sekretaris Tim pembangunan Underpass, Rr Rum Auliyati, usai uji coba, Senin, (10/9/2018).

Saat sudah bisa dilalui, pengendara yang akan menuju Jimbaran dan Nusa Dua, bisa melewati Underpass tersebut. Selain itu, pengendara yang menuju Tol Bali Mandara dan Bandara Ngurah Rai, bisa melewati jalan biasa.

Suasana underpass Tugu Ngurah Rai saat diujicobakan, Senin (10/9/2018) – Foto Sultan Anshori

Begitu sebaliknya. Jalur bawah tanah tersebut, diharapkan dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut hingga 50 persen. “Kurang lebih 50 persen, akan terurai kemacetan yang selama ini terjadi, baik di sisi selatan maupun utara,” tambah Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawati Ismail.

Meski Underpass sudah dibangun, pihaknya tetap menyiagakan personil lantas selama 24 jam di lokasi tersebut. Upaya pengamanan didukung pembangunan pos polisi di sisi sebelah utara patung. Kendati sudah ada sarana dan prasarana tambahan tersebut, masyarakat tetap diminta berhati-ati dan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada.

Bagi penyeberang, diharapkan memanfaatkan zebra crossing yang disiapkan di sisi utara. “Titik lain masih ada potensi macet, dari arah selatan, tetap terhambat. Kami sarankan bahwa itu juga harus ada pembahasan. Kalau di daerah Simpang Dewa Ruci sedikit langsung berkurang. Jadi kendaraan memisahkan jalur yang mau ke selatan, Bandara, memutar ke Tol, tidak menumpuk di satu jalur saja,” pungkas Kompol Rahmawati.

Baca Juga
Lihat juga...