Ungkap Kasus P2SEM, Kejati Jatim Gandeng PPATK

Editor: Makmun Hidayat

328
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi - Foto: Kusbandono

SURABAYA — Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akan bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mencari tambahan data dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) senilai Rp.277 miliar. Kejati juga berencana segera memanggil  sekira 100 anggota DPRD Jatim periode 2004-2009.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi menyebut rencana menggandeng PPATK dalam pengungkapan kasus tersebut lantaran penyidikannya selama ini hanya berdasarkan dari kesaksian dr. Bagoes Soetjipto.

“Sementara ini hanya pengakuan dr. Bagoes,” terang Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan, kepada wartawan, Jumat (14/9/2018) pukul 18.15 WIB.

Sehingga pihaknya berencana menggandeng PPATK untuk mencari bukti tambahan. Sejumlah data pun sudah dikirim ke PPATK, dan tinggal menunggu hasil. “Kita tunggu hasilnya, data sudah kita kirim ke sana (PPATK),” tambahnya.

Disamping itu, pihaknya berencana segera memanggil kurang lebih 100 mantan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009. Pada pemeriksaan sebelumnya, pihaknya sudah memeriksa belasan saksi yang disebut-sebut dalam pengakuan dr. Bagoes. Namun, saksi justru berkilah telah menerima aliran dana.

“Sesegera mungkin, kami akan memanggil kembali saksi untuk diperiksa. Sesuai perintah Pak Kajati agar lengkap datanya. Kita tunggu saja,” tandasnya.

Penyidik sebelumnya telah memeriksa belasan saksi dari hasil keterangan dr. Bagoes. Saksi-saksi itu diantaranya, Sudono Sueb (PAN), Achmad Subhan (PKS), Suhandoyo (PDIP), Mochamad Arif Junaidi (PKNU), Gatot Sudjito (Golkar), Harbiah Salahudin (Golkar).

Ahmad Sufiyaji (PKB), Lambortus Lovis Wajong (Golkar), Masjkur Hasjim (PPP), Islan Gatot Inbata (PDIP), Musyafa’ Noer (PPP), Ja’Far Sodiq (PKB), dan dua staf DPRD Jatim yakni Farid Alfauzi, dan Afif Subekti.

Sedangkan dua saksi yang sudah meninggal dunia yakni Suhartono Wijaya (Demokrat) dan Cholili Mugi (PKB).

Baca Juga
Lihat juga...