UPPKS Bintarajaya, Olah Bunga Belimbing Wuluh Menjadi Sirup

Editor: Mahadeva WS

449

KOTA BEKASI – Kreativitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) RW 03, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, tergolong unik. Mereka memanfaatkan bunga tanaman Belimbing Wuluh, untuk diolah menjadi sirup.

Sirup bunga belimbing wuluh (foto M Amin)

Sirup yang dihasilkan, tidak hanya menjadi bahan pembuatan minuman biasa, namun bisa menjadi minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Selama ini, bunga Belimbing Wuluh hanya berguguran dan dibiarkan begitu saja. Begitupun dengan Belimbing Wuluh, hanya dipakai untuk bumbu dapur, seperti menambah asam sambal dan masakan lainnya.

Ditangan UPPKS Kelurahan Bintarajaya Kota Bekasi, Bunga dan buah Belimbing Wuluh disulap menjadi sirup, yang berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi. Produksi sirup tersebut, sudah merambah pasar di beberapa daerah, karena sudah bisa dipesan secara online.

Sementara sistem pemasaran manual, masih mengikuti bazar dan jaringan sosial. “Kendala untuk produksi sirup dari Belimbing Wuluh, masih terbatasnya bunga belimbing. Karena ikut, musim bunga. Jika tidak ada musim bunga maka produksi akan berhenti maka berpengaruh pada persediaan,” papar Ketua UPPKS Kelurahan Bintarajaya, Samnah, Selasa (25/9/2018).

Untuk mengatasi persoalan ketersediaan bahan baku, UPPKS sudah mengajukan kerjasama, untuk mempermudah upaya memperoleh bahan baku. “Bunga Belimbing Wuluh, perkilonya berharga Rp10 ribu. Tapi musiman, begitupun harga belimbingnya Rp.5000 per kilogram. Dan ini sudah produksi sejak, 2010. Hanya kendala di bahan baku, kalau bahan baku ada, produksi lancar,” tambah Samnah.

Cara pengolahan Sirup Bunga Belimbing Wuluh. Bahan baku pembuatan adalah, belimbing wuluh dua kilogram, bunga Belimbing Wuluh 1,5 kilogram, dan gula batu dua kilogram. Bahan yang disediakan di blender, kemudian direbus dengan air satu liter hingga tersisa setengah liter.

Setelah diproduksi, sirup bunga belimbing bisa bertahan satu bulan, jika disimpan di dalam kulkas. Jika tidak disimpan di lemari pendingin, biasa hanya bertahan lima sampai enam hari saja. 5-6 hari. Sirup Bunga Belimbing Wuluh dibuat secara alami, tanpa pengawet. “Harga jual untuk ukuran 250 mililiter, Rp15ribu. Bisa diseduh sampai satu liter air. UPPKS, Kelurahan Bintarajaya juga sebenarnya juga memproduksi minuman dari Bunga Teleng. Yang bermanfaat untuk mengeluarkan toksin,” tambahnya.

Kepala UPT PPLKB  Kecamatan Bekasi Barat, Evi Suratmi mengatakan, pembinaan untuk meningkatkan penghasilan keluarga sejahtera, diberikan dengan pelatihan. Targetnya, setiap kelurahan memiliki UPPKS yang bisa menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai ekonomis. “Jadi BKKBN, tidak hanya membina keluarga berencana, tetapi juga melakukan pembinaan untuk kreatifitas menambah penghasilan keluarga,” pungkas Evi Suratmi.

Baca Juga
Lihat juga...