Usaha Perkebunan Kurma Lebih Menguntungkan dari Sawit

Kebun kurma, ilustrasi -Dok: CDN
PEKANBARU – Perusahaan properti di Pekanbaru, menggarap usaha perkebunan kurma di lahan seluas empat hektare, dengan nilai investasi Rp7 miliar. “Ini merupakan investasi syariah pertama di Pekanbaru dengan sistem syar’i,” kata Komisaris PT Zahira Arka Muharib, Helvi di Pekanbaru, Minggu (30/9/2018).
Investasi perkebunan kurma syariah di Pekanbaru memiliki potensi perkembangan yang cukup baik. Pohon kurma, katanya, sangat cocok untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia, salah satunya di Kota Pekanbaru.
Selain itu, dia juga membandingkan, bahwa budi daya perkebunan kurma jauh lebih menguntungkan dibanding perkebunan sawit. Satu pohon kurma, lanjutnya, setara dengan penghasilan satu hektare perkebunan sawit.
Untuk itu, dia menuturkan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengembangkan perluasan perkebunan kurma hingga 30 hektare.
Lebih jauh, Helvi menjelaskan, perkebunan kurma yang dikembangkannya itu menyasar kalangan ekonomi menengah ke bawah. Guna menyiasati target tersebut, pihaknya membagi lahan seluas empat hektare itu menjadi 195 unit kapling, dengan luas masih-masing 120 meter persegi.
Setiap kavling lahan, ditawarkan dengan harga Rp35 juta. Pembagian sistem kavling juga bertujuan, agar pembeli dapat membangun rumah sendiri di perkebunan kurma itu.
“Target pasar kami adalah menengah ke bawah, pedagang kaki lima pun bisa membeli. Kemudian, lahan ini merupakan zona perumahan. Sehingga selain perkebunan kurma juga bisa dibangun rumah,” tuturnya.
Perkebunan kurma yang ia tawarkan itu berlokasi di Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Okura sendiri selama ini dikenal sebagai lokasi wisata dakwah Islam.
Hingga kini, dia menjelaskan, lebih dari 100 warga Pekanbaru yang berminat untuk berinvestasi syariah perkebunan kurma tersebut. Hal itu diketahui pada saat peluncuran program investasi syariah di salah satu hotel di Pekanbaru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pemateri dari Aliansi Pengusaha Property Syariah, Risky Irawan, dan Abdullah Ramli, selaku Sharla Entrepreneur Cobsuktant Pengusaha Property Syariah serta penampilan Debu. (Ant)
Lihat juga...