Vandalisme MRT, Depo Diminta Tingkatkan Pengawasan

Editor: Mahadeva WS

126

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, aksi vandalisme di salah satu badan kereta mass rapid transit (MRT) harus menjadi peringatan bagi pihak depo.

Kejadian tersebut memperlihatkan, pengawasan harus ditingkatkan oleh pihak depo, untuk menjaga agar aksi vandalisme MRT, yang merupakan moda transportasi dengan nilai strategis, tidak terulang kembali. “Meningkatkan keamanannya supaya seluruh fasilitas disana bisa terjaga dengan baik. Tapi, juga ini sekaligus pelajaran, hikmahnya adalah ini belum operasi, kita harus tingkatkan sistem pengamanan agar tidak ada lagi kejadian seperti itu,” tandas Anies, Senin (24/9/2018).

Anies menyebut, selain kontraktor, semua pihak diminta untuk ikut menjaga dengan baik keberadaan MRT. Sarana transportasi tersebut, dibayar dengan uang pajak yang dibayarkan masyarakat. “Karena itu jaga MRT, seperti juga menjaga barang kita sendiri,” tuturnya.

Masyarakat dimintanya, untuk tidak takut melaporkan ke polisi, bila melihat ada orang yang melakukan hal serupa. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya menjaga MRT. Warga harus punya rasa saling memiliki, karena MRT dibangun dari pajak yang diambil dari masyarakat.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis mengatakan, sudah membentuk tim khusus untuk mengusut aksi vandalisme di salah satu badan kereta MRT Jakarta, yang terparkir di area Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Idham berjanji segera menangkap pelaku. “Sudah saya bentuk tim langsung di bawah Dirkrimum dan Kapolres Jaksel. Secepatnya. Kalau nanti sudah ketangkap pelakunya. Saya sampaikan sama teman-teman,” kata Idham.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menambahkan, pihaknya masih mengidentifikasi pelaku aksi vandalisme tersebut. Menurutnya, penyidik telah memeriksa dua orang saksi, yaitu dari pihak MRT dan sekuriti yang bertugas saat kejadian. Berdasarkan pemeriksaan saksi, aksi itu berlangsung sangat cepat. Hingga kini keterangan masih di dalami, dan disinkronkan dengan bukti yang didapatkan penyidik.  “Kami bekerja, kami mencari, mengidentifikasi siapa pelakunya. Ada dua saksi yang sudah kami periksa. Pertama dari PT MRT dan sekuritinya juga sudah kami mintai keterangan,” tutur Argo.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku prihatin dengan aksi vandalisme di badan kereta MRT. Menhub meminta, manajemen MRT untuk lebih berhati-hati, dan ditail dalam menjaga depo tempat menyimpan kereta yang belum beroperasi tersebut.

Sebelumnya diberitahukan, Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah dalam keterangan persnya mengatakan, MRT Jakarta yang terkena dampak vandalisme masih berstatus dalam tanggung jawab kontraktor terkait. Kereta masih berada dalam tahap pengujian dan belum diserahterimakan kepada PT MRT Jakarta.

Namun, PT MRT Jakarta telah meminta kontraktor bertanggungjawab untuk kereta dan area Depo, untuk segera melakukan tindakan korektif, dengan peningkatan keamanan dan langkah perbaikan yang diperlukan. Aksi vandalisme diketahui ketika tim keamanan dari kontraktor yang berada di Depo Lebak Bulus, melaksanakan patroli rutin sekira pukul 07.30 WIB, Jumat (21/9/2018).

Aksi vandalisme tersebut terjadi di bagian badan luar kereta nomor tiga, di rangkaian kereta ke delapan (K1 1 18 45) MRT Jakarta. Diduga, pelaku masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus, dengan memanjat dan melompati dinding Depo Lebak Bulus.

Baca Juga
Lihat juga...